Impor 105 Ribu Unit Mobil dari India untuk Operasional Koperasi Desa Merah Putih
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) melakukan impor sebanyak 105 ribu unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Mobil yang diimpor terdiri dari pikap 4×4 dan truk yang akan digunakan untuk distribusi hasil pertanian ke KDKMP serta kebutuhan logistik lainnya. Impor ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat infrastruktur dan operasional koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.
Impor 35 Ribu Unit Pikap dari Mahindra
Lebih rinci, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap diimpor dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M). Merek mobil yang dipasok oleh perusahaan tersebut adalah Scorpio Pik Up 2026. Menurut keterangan resmi Mahindra, kendaraan ini dirancang untuk menunjang operasional koperasi dengan kemampuan berkinerja baik dalam kondisi sulit sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin.
“Dengan mengerahkan Scorpio Pik Up sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien,” ujar CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta. Ia menambahkan bahwa Scorpio Pik Up diproduksi di Pabrik Nashik dan telah mendapat pengakuan global karena daya tahannya, kapasitas muatannya, dan biaya operasional yang rendah. Kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional koperasi – dari jalan pedesaan yang kasar hingga jalan setapak di pertanian.
Nalinikanth juga menyampaikan bahwa komitmen volume impor ini akan meningkatkan operasi internasional perusahaan dan menambah total volume ekspor yang dicapai pada full year 2025.
Impor 70 Ribu Pikap dan Truk dari Tata Motors
Selain Mahindra, Agrinas Pangan Nusantara juga mengimpor 70 ribu unit mobil dari produsen India, yakni Tata Motors. Rinciannya, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap merek Yodha, dan 35 ribu unit truk merek Ultra T.7. Komitmen ini ditandatangani oleh Agrinas Pangan Nusantara dengan PT Tata Motors Distribusi Indonesia, selaku distributor produk Tata Motors di Tanah Air.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menjelaskan bahwa truk dan pikap Tata Motors akan membantu menurunkan biaya logistik dan memungkinkan pergerakan barang yang efisien di seluruh Indonesia. “Tata Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk kinerja berkelanjutan, waktu operasional yang tinggi, dan ekonomi operasional yang efisien,” kata Asif.

Pengiriman Dilakukan Secara Bertahap
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan bahwa pengiriman mobil-mobil untuk operasional KDKMP telah dimulai dan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 200 unit mobil pikap Mahindra sudah tiba di Indonesia, dan targetnya per akhir Februari 2026 sebanyak 1.000 unit pikap Mahindra sudah masuk ke wilayah Indonesia.
Joao menjelaskan alasan pemilihan mobil 4×4, yaitu karena kondisi lahan di daerah-daerah yang sangat menantang. “Kenapa kita perlu 4×4? Karena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Dan hampir di semua baik di Jawa pun kalau untuk ke sawah-sawah, itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4×4,” ujarnya.

Agrinas Pangan Nusantara melakukan impor ini karena perusahaan sedang melaksanakan pembangunan fisik dan persiapan operasional KDKMP di seluruh Indonesia. Perusahaan berperan mempersiapkan KDKMP selama tahap uji coba (pilot), sampai nantinya setelah teruji secara matang, bisa diserahkan pengelolaannya ke masyarakat melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop). “Sehingga harapan kita ini bisnis benar-benar berjalan secara profesional gitu, sebagai retail industry,” ucap Joao.





