Bahaya Membiarkan Charger Tetap Tercolok di Stop Kontak
Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang cenderung mengabaikan kebiasaan sederhana seperti mencabut charger dari stop kontak. Namun, tindakan ini ternyata memiliki risiko yang tidak boleh dianggap remeh. Berikut beberapa dampak dan risiko yang bisa terjadi jika charger dibiarkan tercolok terus-menerus.
1. Konsumsi Listrik Tersembunyi (Vampire Power)
Salah satu efek yang sering tidak disadari adalah konsumsi listrik tersembunyi atau yang dikenal sebagai vampire power. Meski tidak sedang digunakan untuk mengisi daya perangkat, charger modern tetap menarik sedikit listrik dari stopkontak. Rata-rata, penggunaan ini berkisar antara 0,1 hingga 0,5 watt per jam per charger.
Meskipun jumlahnya terlihat kecil, jika ada banyak charger yang tercolok sepanjang hari, konsumsi listrik bisa terakumulasi dan berdampak pada tagihan listrik yang membengkak. Ahli energi dan CEO Suntrek Solar, Ethan Heine, menegaskan pentingnya mencabut pengisi daya setelah digunakan. Ia menyebutkan bahwa pengisi daya laptop dan ponsel cepat menjadi salah satu penyebab beban hantu terbesar yang harus selalu dicabut setelah digunakan.
2. Lonjakan Listrik (Power Surge)
Selain pemborosan energi, charger yang terus terpasang juga rentan terkena lonjakan listrik (power surge). Lonjakan ini bisa terjadi akibat sambaran petir, gangguan jaringan listrik, fluktuasi pasokan daya, atau beban tinggi pada sistem kelistrikan.
Jika charger tetap tercolok saat terjadi lonjakan, komponen di dalam adaptor bisa rusak. Bahkan, perangkat yang terhubung juga berpotensi ikut terdampak. Dalam kasus ekstrem, kondisi ini bisa memicu percikan api atau korsleting.
3. Potensi Kebakaran
Risiko lain yang tidak kalah penting adalah potensi kebakaran. Beberapa charger dapat menjadi panas apabila terus terhubung ke listrik dalam waktu lama. Risiko ini meningkat jika menggunakan charger berkualitas rendah, memakai charger yang tidak kompatibel, atau mengisi perangkat berdaya besar seperti sepeda listrik, skuter listrik, atau baterai berkapasitas besar.
Adaptor yang terus teraliri listrik bisa mengalami overheat, komponen internalnya lebih cepat aus, bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu kebakaran.
4. Kerusakan Perangkat
Selain itu, charger yang dibiarkan terus terhubung juga cenderung memiliki umur pakai lebih pendek. Aliran listrik yang konstan menghasilkan panas, yang dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan komponen di dalamnya. Hal ini berdampak langsung pada kinerja charger dan perangkat yang terhubung.
Tidak Semua Harus Dicabut
Meski demikian, tidak semua perangkat harus selalu dicabut. Teknisi listrik bersertifikat Carl Murawski menjelaskan bahwa beberapa perangkat memang dirancang untuk tetap terhubung ke sumber listrik. Beberapa di antaranya adalah bel pintu video, kamera keamanan atau CCTV, alat kesehatan rumahan, dan pengisi daya sikat gigi elektrik.
Perangkat-perangkat tersebut umumnya memiliki konsumsi daya rendah dan memang dirancang untuk selalu aktif. Oleh karena itu, tidak perlu mencabutnya setiap saat.





