Ahli termal beberkan risiko penggunaan insinerator mini terhadap kesehatan

3196d1d4 C1ed 4387 98d3 A7938b61503b
3196d1d4 C1ed 4387 98d3 A7938b61503b

Kebijakan Baru KLH: Larangan Penggunaan Insinerator Mini dalam Penanganan Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengumumkan kebijakan baru yang melarang penggunaan insinerator mini dalam penanganan sampah. Keputusan ini diambil setelah menilai bahwa metode pembakaran tersebut berpotensi menghasilkan emisi berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan lingkungan.

Pakar Ilmu dan Rekayasa Termal, Prof Pandji Prawisudha, menjelaskan bahwa untuk memastikan operasi insinerator berjalan aman, terdapat beberapa aspek teknis yang harus dipenuhi. Sayangnya, banyak insinerator mini yang saat ini beredar tidak memenuhi standar tersebut.

Prinsip 3T dalam Proses Pembakaran

Aspek pertama yang harus diperhatikan adalah prinsip 3T, yaitu temperature (suhu), time (waktu), dan turbulence (turbulensi). Menurut Prof Pandji, proses pembakaran sampah harus dilakukan pada suhu tertentu, dalam waktu yang cukup lama, serta dengan tingkat turbulensi yang memadai agar pembakaran berlangsung sempurna.

“Kita bicara soal 3T, temperature, time, dan turbulence. Apakah itu sudah tercapai atau tidak,” ujar Prof Pandji, Jumat (20/2/2026).

Baku Mutu Emisi yang Harus Dipenuhi

Selain prinsip 3T, aspek kedua yang penting adalah pemenuhan baku mutu emisi. Setiap unsur gas buang hasil pembakaran memiliki ambang batas konsentrasi yang telah ditetapkan dan didukung oleh studi ilmiah.

“Masing-masing punya angkanya, dan itu sebetulnya sudah banyak studi yang dilakukan untuk mendukung baku mutu tersebut,” jelasnya.

Standar Teknis dan Industri yang Tidak Terpenuhi

Aspek ketiga yang perlu diperhatikan adalah kaidah teknis dan standar industri. Prof Pandji menilai bahwa banyak insinerator mini dibuat tanpa perencanaan teknis yang matang. Bahkan, beberapa di antaranya dibuat secara manual tanpa gambar teknis, perhitungan computational fluid dynamics, maupun analisis reaksi kimia.

“Kalau itu tidak ada, gambarnya pun tidak ada, gambar teknisnya tidak ada, mungkin itu menunjukkan bahwa tungku bakar ini atau insinerator ini memang belum memenuhi kaidah-kaidah teknis,” tegasnya.

Dampak Negatif dari Insinerator Mini

Dari segi dampak lingkungan, penggunaan insinerator mini dapat menghasilkan polutan seperti dioxin, furan, dan partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan. Partikel-partikel ini bisa masuk ke udara dan menyebabkan gangguan pernapasan serta risiko penyakit kronis lainnya.

Selain itu, insinerator mini sering kali tidak dilengkapi dengan sistem penyaringan atau pengolahan gas buang yang memadai, sehingga emisi yang dilepaskan lebih sulit dikendalikan.

Solusi yang Lebih Ramah Lingkungan

Prof Pandji menyarankan alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk penanganan sampah, seperti daur ulang, pengomposan, atau penggunaan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan efisien. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah.

Kesimpulan

Kebijakan pelarangan penggunaan insinerator mini merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan. Namun, penerapan kebijakan ini membutuhkan kesadaran dari masyarakat dan pemerintah daerah untuk beralih ke metode pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.


Pos terkait