Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Zionis di Narmak

Aa1xj5ed
Aa1xj5ed

Kehilangan Mantan Presiden Iran dalam Serangan Militer

Sebuah laporan menyebutkan bahwa mantan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, gugur dalam serangan yang dilakukan oleh militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu (28/2/2026). Menurut beberapa laporan dari media internasional, Ahmadinejad tewas saat rudal-rudal Zionis-AS menghantam kawasan Narmak, sebuah wilayah di sebelah timur laut ibu kota Teheran.

Laporan yang diterbitkan oleh Turkiyetoday pada hari Ahad (1/3/2026) menyebutkan bahwa mantan presiden Iran tersebut terbunuh dalam serangan Israel dan AS di Iran. Selain Ahmadinejad, sejumlah ajudan dan pengawalnya juga turut meninggal dunia. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak otoritas atau pemerintahan Iran yang membenarkan kabar tersebut.

Mahmoud Ahmadinejad adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Iran yang dikenal sebagai ikon perlawanan terhadap dominasi Barat, khususnya AS di kawasan Timur Tengah. Sebagai presiden, ia dikenal dengan gaya hidup sederhana dan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Sebelum menjabat sebagai presiden, Ahmadinejad pernah menjadi wali kota Teheran. Ia lahir pada tahun 1956 dan selama masa mudanya pernah menjadi anggota Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC), satuan elit militer di Iran.

Selama masa pemerintahannya, Ahmadinejad sering berkonfrontasi langsung dengan Israel. Pada tahun 2005, ketika baru saja menjabat sebagai presiden, pernyataannya pertama di forum internasional adalah tentang “akan menghapus Zionis Israel dari peta dunia”. Selama masa jabatannya, ia juga kerap menyampaikan pandangan tentang kebohongan sejarah Yahudi, termasuk mengenai kebohongan tentang adanya peristiwa Holocaust selama Perang Dunia II.

Pada hari Sabtu (28/2/2026), militer gabungan Israel dan AS meluncurkan serangan terbuka terhadap Iran. Serangan ini terjadi saat AS dan Iran sedang melakukan pembicaraan nuklir di Jenewa, Swiss melalui perwakilan dari Oman. Hingga hari Ahad (1/3/2026), serangan tersebut masih berlangsung. Pemerintah Iran telah mengonfirmasi bahwa Wali Agung Ayatulloh Ali Khamenei gugur setelah 30 rudal menghancurkan kantor dan kediaman pemimpin tertinggi negara itu. Beberapa tokoh militer penting Iran juga turut meninggal dalam serangan tersebut.

Iran tidak tinggal diam. Balasan dari Iran melibatkan penggunaan drone-drone penyerbu dan rudal-rudal berdaya ledak tinggi yang ditujukan ke wilayah pendudukan Israel. Selain itu, Iran juga menargetkan sekitar 27 pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Teluk Arab. Rudal-rudal canggih Iran dikirim untuk menyerang basis militer AS di Bahrain, Dubai, Kuwait, serta Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.

Pada hari Ahad (1/3/2026), Iran juga menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur logistik minyak terpenting di dunia. Penutupan ini menjadi tindakan balasan yang menunjukkan ketegasan Iran terhadap serangan yang dialaminya.

Pos terkait