Pengalaman Berharga dalam Program Mangrove Impact Fellowship 2026
Audrey Utoyo, seorang pembawa berita dari WORLD TVRI, merasa sangat senang bisa mempelajari lebih dalam tentang ekosistem mangrove di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam upaya konservasi global. “Membangun kemitraan internasional sangat penting untuk mendukung tujuan konservasi jangka panjang,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Tempo pada 19 Februari 2026.
Aditi Jadhav dari Schiller International University Paris juga mengingatkan bahwa anak muda perlu mengadopsi praktik keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. “Mengintegrasikan praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari memperkaya pengalaman selama program ini,” kata Aditi.
Audrey dan Aditi adalah dua peserta dari program Mangrove Impact Fellowship 2026. Selain mereka, terdapat 12 peserta lain dari berbagai negara seperti Inggris, Gambia, Ghana, Vietnam, India, Pakistan, Bangladesh, Prancis, Indonesia, Maroko, dan Myanmar. Mereka memiliki usia antara 18 hingga 35 tahun dan sedang belajar tentang mangrove di Indonesia. Selama seminggu, mereka mengalami langsung ekosistem mangrove, mempelajari ketahanan pesisir, serta melihat pentingnya kolaborasi global.
Direktur Rehabilitasi Mangrove dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nikolas Nugroho, menekankan betapa pentingnya ekosistem mangrove dan menyambut baik tujuan kolaboratif dari peserta fellowship ini.
Ekosistem mangrove sangat vital bagi lingkungan dan masyarakat yang bergantung padanya. Ketua Mangrove Impact Fellowship 2026, Paundra Hanutama, menjelaskan bahwa timnya berusaha menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dengan mengumpulkan individu-individu bersemangat dari seluruh dunia untuk bekerja sama dalam merestorasi dan melestarikan ekosistem ini. “Kami percaya pada kekuatan pemuda, berbagi pengetahuan, dan tindakan untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi mangrove dan komunitas pesisir,” katanya.
Paundra menambahkan bahwa melibatkan anak muda dapat meningkatkan upaya konservasi di seluruh Indonesia, khususnya dalam restorasi mangrove. “Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan aplikasi nyata dari pariwisata berkelanjutan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pentingnya ekosistem pesisir disebut oleh Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Rasio Ridho Sani, saat menghadiri Bali Ocean Days (BOD) 2026 Conference dan Showcase di Bali pada akhir Januari 2026. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan tekanan terhadap lingkungan akibat kenaikan muka air laut serta pencemaran plastik lintas negara menuntut langkah perlindungan yang lebih sistematis terhadap ekosistem perairan.
“Ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang tidak hanya berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga menjadi penyangga ekonomi masyarakat melalui perikanan berkelanjutan, pariwisata bahari, serta cadangan karbon biru,” ujar Rasio Ridho, yang juga menekankan bahwa implementasi ekonomi biru merupakan strategi fundamental dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship 2026 diajak untuk melakukan berbagai kegiatan edukatif mangrove di Indonesia. Mulai dari workshop mengenai praktik berkelanjutan dengan mempelajari secara langsung praktik terbaik dalam konservasi lingkungan, hingga penanaman mangrove dan aktivitas monitoring di Kawasan Konservasi Pulau Tidung Kecil. Sesi luar ruangan ini diharapkan bisa membantu peserta mendapatkan pengalaman praktis sambil mendorong pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Kepala Pusat Budidaya dan Konservasi Laut PBKL, Andi Dala Jemma, berharap wadah ini bisa menjadi tempat awal agar anak muda bisa bekerja sama menjaga lingkungan melintasi batas negara.
Paundra pun berharap agar kegiatan ini bisa membina generasi baru pemimpin lingkungan yang siap memimpin perubahan dalam konservasi mangrove di seluruh dunia. “Kami bertujuan untuk terus membina generasi baru pemimpin lingkungan yang siap memimpin perubahan dalam konservasi mangrove di seluruh dunia,” katanya.





