Ajukan Uang Baru di Lembaga Resmi BI untuk Hindari Palsu

Hindari Tertipu Uang Palsu Catat Ini Tempat Penukaran Uang Resmi Bi Lxivuwhbip
Hindari Tertipu Uang Palsu Catat Ini Tempat Penukaran Uang Resmi Bi Lxivuwhbip

Imbauan Wali Kota Solo untuk Menukarkan Uang di Lembaga Terpercaya

Menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026, Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam menukarkan uang baru. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari peredaran uang palsu yang dapat merugikan masyarakat, terutama saat kebutuhan transaksi tunai meningkat.

Wali Kota menekankan pentingnya melakukan penukaran uang baru di perbankan atau lembaga keuangan yang telah ditunjuk oleh Bank Indonesia. Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan uang asli dan tidak terjerat dengan peredaran uang palsu.

“Pastinya saya berharap masyarakat lebih berhati-hati. Silakan komunikasi dengan Bank Indonesia untuk mengetahui keaslian dan keabsahan uang kertas,” ungkap Respati di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin (2/3/2026).

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan jasa tukar uang yang beroperasi di pinggir jalan. Ia menyarankan agar penukaran dilakukan melalui lembaga-lembaga yang telah memperoleh izin dari pemerintah, seperti bank umum atau lembaga keuangan yang diawasi oleh Bank Indonesia.

Wali Kota Solo juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk memantau peredaran uang di wilayah Solo dan sekitarnya. “Nanti kita akan koordinasi dengan Bank Indonesia peredarannya seperti apa, peraturannya seperti apa,” jelasnya.

Layanan Penukaran Uang di Solo

Sebelumnya, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo telah mempersiapkan uang tunai senilai Rp 4,59 triliun untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengungkapkan bahwa uang tersebut disiapkan untuk melayani penukaran uang bagi masyarakat.

Menurut Dwiyanto, peredaran uang selama Ramadhan dan Idulfitri diperkirakan meningkat seiring dengan tingginya aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan kebutuhan sistem pembayaran. Oleh karena itu, Bank Indonesia Solo telah menyiapkan layanan penukaran uang di 60 titik strategis yang tersebar di seluruh wilayah Soloraya.

Layanan penukaran uang baru akan dibuka mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Titik layanan tersebut tersebar di berbagai kota/kabupaten di Soloraya, termasuk Solo, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Warga yang ingin menukarkan uang dapat langsung mendatangi loket bank umum atau titik-titik layanan yang telah disediakan.

Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu

Penting bagi setiap individu untuk selalu berhati-hati dalam menerima atau menukarkan uang, terutama saat momen Lebaran yang melibatkan banyak transaksi tunai. Salah satu modus penipuan yang kerap terjadi adalah peredaran uang palsu. Untuk menghindarinya, ada beberapa cara untuk membedakan uang asli dan uang palsu:

  1. Melihat Tanda Air dan Benang Pengaman (Diterawang)

    Cara pertama yang dapat dilakukan untuk membedakan uang asli dan palsu adalah dengan menerawang uang ke sumber cahaya. Pada uang asli, Anda akan melihat tanda air (watermark) yang jelas dan benang pengaman yang nyata. Jika tidak ada tanda air atau benang pengaman hilang ketika diterawang, itu adalah indikasi uang palsu.

  2. Memeriksa Adanya Cetakan Timbul (Diraba)

    Pada uang asli, Anda bisa meraba permukaan uang yang memiliki tekstur timbul, seperti pada gambar pahlawan, nominal uang, atau tulisan tertentu. Jika permukaan uang terasa rata, itu bisa menjadi indikasi uang palsu.

  3. Meraba Tekstur dan Bahan Uang

    Uang asli memiliki tekstur yang cenderung kasar karena dibuat dengan bahan khusus. Sementara itu, uang palsu biasanya terasa lebih halus dan licin karena dicetak dengan kertas dan tinta biasa.

  4. Membandingkan dengan Uang Asli

    Jika Anda masih ragu, Anda dapat membandingkan uang yang diterima dengan uang asli yang sudah diverifikasi. Perbandingan ini akan menunjukkan perbedaan warna, detail, dan tekstur yang lebih jelas.

Ciri-Ciri Uang Asli

Bank Indonesia menerbitkan uang dengan sejumlah karakteristik khusus untuk memastikan keasliannya. Berikut adalah ciri-ciri uang asli yang bisa Anda perhatikan:

  • Benang Pengaman: Benang pengaman akan tampak utuh dan dapat menyala saat disinari dengan cahaya ultraviolet (UV).
  • Gambar Pahlawan Nasional: Gambar pahlawan atau logo lainnya akan terlihat ketika diterawang.
  • Cetakan Timbul: Bagian tertentu dari uang memiliki cetakan yang terasa kasar dan timbul, termasuk nominal uang.
  • Warna yang Berubah: Uang asli akan menunjukkan perubahan warna saat dilihat dari sudut yang berbeda.
  • Logo Bank Indonesia: Logo ini terlihat jelas saat uang diarahkan pada cahaya.
  • Kode untuk Tunanetra: Uang asli memiliki kode yang terasa kasar pada bagian kanan dan kiri untuk membantu tunanetra.

Ciri-Ciri Uang Palsu

Sebaliknya, uang palsu cenderung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Warnanya Kusam: Uang palsu biasanya lebih pucat dan warnanya tidak tajam dibandingkan dengan uang asli.
  • Tinta Luntur: Uang palsu dapat mengeluarkan warna tinta yang luntur jika terkena air.
  • Benang Pengaman Tidak Tampak: Uang palsu tidak memiliki benang pengaman yang timbul atau dapat berubah warna.
  • Bertekstur Halus: Uang palsu terasa halus dan tipis karena dicetak dengan kertas biasa.
  • Logo Tidak Jelas: Logo Bank Indonesia atau ornamen-ornamen lain tidak muncul jelas saat diterawang.

Menghindari Peredaran Uang Palsu

Agar terhindar dari penipuan uang palsu, selalu lakukan pengecekan keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang. Anda juga disarankan untuk melakukan transaksi di lembaga perbankan atau lembaga keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pos terkait