Tendangan Bebas Menjadi Senjata Utama Arsenal
Arsenal kembali menunjukkan kehebatan mereka dalam situasi bola mati, terutama tendangan bebas dan sudut. Kemenangan atas Chelsea menjadi bukti bahwa tim asuhan Mikel Arteta memiliki kemampuan luar biasa dalam mengubah situasi ini menjadi gol. William Saliba dan Jurrien Timber masing-masing mencetak gol dari tendangan sudut, membawa The Gunners mencatatkan 16 gol dari tendangan sudut musim ini. Angka ini menjadi rekor tertinggi yang pernah dicatatkan oleh satu tim dalam satu musim Premier League.
Pengakuan dari legenda sepak bola seperti Alan Shearer juga memberikan dukungan kepada Arsenal. Meskipun ada kritik terhadap kekurangan dalam serangan, Shearer yakin bahwa gaya permainan yang digunakan oleh Arsenal tetap efektif. Dalam sebuah podcast, ia menyampaikan bahwa meski tidak selalu brilian, Arsenal telah menemukan cara untuk memenangkan pertandingan, termasuk melalui tendangan bebas yang sangat akurat.
Tekanan di Puncak Klasemen
Dengan tekanan semakin besar di puncak klasemen, Shearer mengakui bahwa para pemain merasa beban berat. Meskipun kemenangan atas Chelsea tidak sempurna, ia percaya bahwa ketahanan mental lebih penting daripada penampilan yang sempurna. “Mereka akan gugup, mereka akan tegang karena tekanan yang mereka hadapi,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa era modern membuat bintang-bintang sepak bola menghadapi tantangan psikologis yang lebih berat dibandingkan dulu.
Shearer membandingkan era saat ini dengan kampanye juara yang ia ikuti bersama Blackburn Rovers. Ia menilai bahwa tekanan yang dihadapi pemain sekarang lebih besar karena media sosial dan kebisingan di lingkungan publik. “Saya mengerti mereka tidak akan sempurna, tapi mereka berada dalam posisi yang sangat kuat dan saya masih yakin mereka akan melakukannya.”
Derbi London yang Berat
Mikel Arteta tidak menyangkal kesulitan yang dihadapi timnya saat menghadapi Chelsea. Meskipun memulai pertandingan dengan dominasi, pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa timnya harus berjuang keras untuk meraih kemenangan. Kekurangan jumlah pemain setelah Pedro Neto diusir dari lapangan juga menjadi tantangan tambahan.
Arteta menggambarkan pertandingan ini sebagai “derbi London yang sesungguhnya.” Ia menyebut bahwa timnya mengharapkan pertandingan sulit karena kualitas lawan dan pengalaman bertemu Chelsea sebelumnya. Meskipun babak pertama cukup dominan, skor hanya imbang 1-1, sehingga pertandingan tetap terbuka.
Inspirasi dari Kemenangan Lawan Tottenham
Arteta bahkan mengambil inspirasi dari kemenangan pekan lalu atas Tottenham saat berbicara dengan tim di ruang ganti. Ia mengingatkan pemain bahwa situasi yang sama terjadi saat melawan Spurs tujuh hari sebelumnya. Tim pun memanfaatkan momen sulit untuk mencetak gol kedua dan memperkuat posisi mereka.
Namun, Arteta mengakui bahwa timnya gagal mengendalikan situasi setelah kartu merah. David Raya menjadi pahlawan dalam pertandingan ini, membantu menjaga kemenangan bagi Arsenal.
Dominasi Situasi Bola Mati
Dominasi Arsenal dari tendangan sudut semakin mengukir sejarah. Klub ini kini menyamai rekor Premier League untuk jumlah gol dari tendangan sudut terbanyak dalam satu musim. Efisiensi mereka membantu menembus pertahanan lawan yang menggunakan formasi rendah. Dengan sembilan pertandingan tersisa, The Gunners berada di ambang menetapkan standar baru sepanjang masa dalam produktivitas tendangan mati, yang bisa menjadi penentu dalam persaingan gelar dengan Manchester City.
Persiapan untuk Pertandingan Berikutnya
Arsenal tidak punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan derby terbaru mereka karena harus segera bersiap menghadapi Brighton. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian berat lainnya. Tim Pep Guardiola tetap berada di belakang mereka, setelah mengalahkan Leeds pada Sabtu lalu.
Seiring dengan “kebisingan” yang disebutkan Shearer terus meningkat, skuad Arteta tahu bahwa hasil akan selalu lebih penting daripada gaya permainan pada tahap ini dari musim.





