Perkembangan Terkini Konflik AS-Israel vs Iran
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah memicu eskalasi yang luar biasa, mulai dari serangan militer hingga ancaman terhadap stabilitas global. Berikut adalah 15 fakta terkini yang menunjukkan bagaimana krisis ini berkembang dan berdampak luas.
1. Iran Menyerang Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di wilayah Teluk. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, Iran menyebut kapal induk tersebut “dihantam empat rudal balistik”. Serangan ini diklaim sebagai respons atas serangan AS dan Israel yang sebelumnya menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
2. Kapal di Sekitar Selat Hormuz Terbakar
Di tempat lain, sebuah kapal yang berlayar di lepas pantai Uni Emirat Arab, dekat Selat Hormuz, dilaporkan mengalami kebakaran setelah terkena proyektil tak dikenal. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris menyatakan insiden terjadi sekitar 17 mil laut di barat laut Mina Saqr. Kapal tersebut terkena proyektil tak dikenal yang menyebabkan kebakaran. Api telah berhasil dipadamkan dan kapal berencana melanjutkan pelayaran. Otoritas sedang melakukan penyelidikan.
3. Pemimpin Gereja Katolik Serukan Hentikan “Spiral Kekerasan”
Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo XIV, menyerukan penghentian “spiral kekerasan” di Timur Tengah. Di saat yang sama, sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan ledakan terdengar saat sistem pertahanan udara Israel mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran.
4. Israel Kembali Serang Teheran
Militer Israel mengumumkan serangan skala besar kembali dilancarkan ke “jantung” Teheran. Israel juga mengeklaim telah menghancurkan sekitar setengah stok rudal Iran dalam konflik sebelumnya pada Juni 2025, sementara Iran disebut terus memproduksi puluhan rudal setiap bulan. Di tempat lain, sistem pertahanan udara AS mencegat drone di Erbil, Irak.
5. Iran Bersumpah Balas Dendam
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap umat Muslim” dan berjanji akan membalas. Pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, bahkan menyatakan Iran akan menyerang AS dan Israel dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
6. Gelombang Protes Mematikan
Aksi massa terjadi di berbagai wilayah Iran, termasuk Teheran dan Yazd, menuntut balas dendam atas kematian Khamenei. Di Irak, ratusan demonstran mencoba menerobos Zona Hijau di Baghdad yang menjadi lokasi Kedutaan Besar AS. Di Pakistan, sembilan orang tewas saat massa mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi.
7. Evakuasi Warga Asing
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyatakan negaranya bersiap mengevakuasi warga dari Timur Tengah menggunakan pesawat militer atau charter.
8. Badan Nuklir PBB Gelar Rapat Darurat
Badan energi atom PBB, International Atomic Energy Agency (IAEA), mengagendakan pertemuan darurat terkait Iran pada Senin (2/3/2026). Pertemuan ini digelar atas permintaan Rusia, sekutu utama Teheran.
9. Korban Tewas Bertambah
Sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel, termasuk kepala intelijen kepolisian Gholamreza Rezaian. Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, juga dilaporkan tewas bersama sejumlah jenderal senior lainnya. Nama Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga disebut dalam laporan media pemerintah.
10. Kematian Khamenei dan Ancaman Trump
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu dini hari. Media Iran juga melaporkan anggota keluarganya turut menjadi korban. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan, “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas.” Trump juga menegaskan serangan akan terus berlanjut dan memperingatkan Iran akan menghadapi kekuatan “yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika melakukan balasan.
11. Petinggi Garda Revolusi Juga Tewas
Iran mengonfirmasi kepala Garda Revolusi, Mohammad Pakpour, serta penasihat keamanan Ali Shamkhani tewas dalam serangan. Garda Revolusi sebelumnya menyatakan akan melancarkan operasi “paling ganas” dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan militer AS.
12. Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
United Nations Security Council atau Dewan Keamanan (DK PBB) menggelar pertemuan darurat. Perwakilan Iran menuduh AS dan Israel melakukan kemungkinan “kejahatan perang” dengan menyerang warga sipil.
13. Wilayah Udara Ditutup, Penerbangan Terganggu
Sejumlah negara seperti Iran, Irak, Kuwait, Suriah, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Israel menutup wilayah udara mereka. Banyak maskapai juga membatalkan penerbangan ke Timur Tengah, menyebabkan gangguan perjalanan internasional.
14. Konflik Meluas ke Berbagai Negara
Setelah AS-Israel serang Iran dan tewaskan Khamenei, kekerasan telah meluas ke sejumlah wilayah, termasuk:
* Drone Iran menyerang pelabuhan Duqm di Oman dan menargetkan kapal tanker minyak
* Dua orang dilaporkan tewas di Abu Dhabi
* Garda Revolusi Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital energi dunia
* Iran menargetkan Armada Kelima AS di Bahrain
* Seorang perempuan tewas dan 21 orang terluka di Tel Aviv
* Serangan udara AS-Israel menargetkan fasilitas militer dan peluncur rudal di Iran
* Iran mengeklaim 108 orang tewas dalam serangan di sekolah putri di Minab (belum terverifikasi)
Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran ini menunjukkan situasi yang semakin kompleks dan berisiko meluas, dengan dampak tidak hanya pada keamanan kawasan, melainkan juga stabilitas global.





