Semangat Kepedulian Sosial dan Advokasi Kebijakan Publik di Sharing Session PMKRI Jakarta
Semangat kepedulian sosial dan advokasi kebijakan publik mewarnai agenda Sharing Session yang mempertemukan alumni dan anggota aktif Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) se-Jakarta di Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026). Acara strategis ini digagas oleh Christopher Nugroho, alumni PMKRI Cabang Jakarta yang saat ini bertugas sebagai Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP).
“Tujuannya kegiatan ini adalah memperkuat peran intelektual kader dalam mengawal kebijakan publik yang berkeadilan dan inklusif,” kata Christopher dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026). Ia menekankan bahwa esensi dari pembangunan sejati adalah menghapus sekat eksklusi. Pembangunan harus berpegang pada prinsip leave no one behind (tidak meninggalkan siapa pun).
Christopher juga menegaskan bahwa isu disabilitas harus dilihat sebagai upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM), bukan lagi sekadar urusan pemberian bantuan sosial (bansos). Hal ini menjadi dasar utama dari diskusi yang terjadi selama acara.
Ubah Paradigma Aksesibilitas Lingkungan
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kikin Tarigan, yang hadir sebagai narasumber turut menyoroti pentingnya perubahan cara pandang masyarakat. Dalam diskusi yang dipandu oleh moderator Robertus Juan Pratama, Kikin mengajak publik untuk menggeser paradigma dari sekadar melihat hambatan fisik penyandang disabilitas, menuju penciptaan aksesibilitas lingkungan yang mewadahi.
Ia mendorong masyarakat sipil untuk aktif beradvokasi demi mewujudkan ekosistem yang ramah bagi semua golongan. Menurutnya, perubahan ini tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang mindset dan kesadaran kolektif masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan dan Aksi Simbolis
Gagasan inklusif ini disambut hangat oleh Ketua DPC PMKRI Jakarta Barat, Ruben Nabu. Ia berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberpihakan tersebut ke dalam program kerja cabang organisasinya ke depan.
Sebagai penanda komitmen, acara ini ditutup dengan aksi simbolis penyerahan bibit pohon. Bibit tersebut melambangkan harapan agar nilai-nilai inklusivitas dan pemenuhan hak disabilitas tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan terus tumbuh, berakar kuat, dan berbuah manis di tengah masyarakat.
Inisiatif untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Dari hasil diskusi dan pertemuan ini, terlihat bahwa PMKRI tidak hanya fokus pada aktivisme politik, tetapi juga pada pengembangan sosial yang berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, PMKRI berupaya untuk menciptakan ruang dialog yang inklusif dan partisipatif.
Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk membangun jaringan antara alumni dan anggota aktif PMKRI, sehingga dapat saling mendukung dalam menjalankan misi sosial dan kebijakan publik. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, PMKRI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.





