Amanah Terakhir Try Sutrisno Ditepati 4 Anaknya, Mantan Panglima ABRI Buka Rahasia Kehidupannya

Aa1xl4h5
Aa1xl4h5

Amanah Terakhir Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno

Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggalkan amanah yang sangat istimewa sebelum wafat. Ia meminta anak-anaknya untuk menjadi pengangkat peti jenazahnya setelah prosesi salat jenazah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. Amanah ini pun dijalankan dengan penuh rasa hormat dan kekhusukan oleh para putra-putrinya.

Amanah tersebut disampaikan melalui pengeras suara masjid setelah shalat jenazah dilaksanakan. “Ada amanah dari almarhum. Mohon putranya yang mengangkat (peti jenazah). Ini amanah almarhum,” ujar seorang pria dari pengeras suara. Dengan tangan terbuka dan hati penuh cinta, empat putra Try Sutrisno, yaitu Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Komjen Pol (Purn) Firman Santyabudi, Taufiq Dwi Cahyono, dan Isfan Fajar Satrio, melakukan tugas itu dengan penuh kesadaran.

Mereka tampak didampingi oleh pasukan Paspampres yang berpakaian seragam merah. Momen ini sangat menyentuh, karena para putra tersebut terlihat menangis sambil menggotong peti jenazah ayahnya. Setelah itu, jenazah Try Sutrisno diserahkan kepada negara melalui upacara militer yang digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diusung perlahan oleh para prajurit berseragam upacara. Di sisi peti, keempat putra almarhum berjalan mendampingi, bahkan ikut memanggul secara bergantian. Suasana di dalam masjid ramai dengan lantunan salawat ketika rombongan pembawa jenazah mulai bergerak menuju kendaraan jenazah.

Sejumlah pelayat yang hadir berdiri memberi penghormatan terakhir. Setelah dari Masjid Sunda Kelapa, jenazah akan dibawa untuk rangkaian upacara militer sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pengakuan dari Mantan Panglima ABRI, Wiranto

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Wiranto, mengungkapkan bahwa Try Sutrisno sering melaporkan hal-hal penting kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum ia meninggal dunia pada Senin (2/3/2026). “Saya selalu komunikasi dengan beliau. Hal-hal yang kira-kira menyangkut masalah-masalah kenegaraan, beliau selalu memberikan nasihat kepada saya,” ujar Wiranto usai melayat ke rumah duka Try Sutrisno di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Wiranto menjelaskan bahwa saat ini ia masih menjadi penasihat presiden khusus presiden bidang politik dan keamanan. “Selalu beliau mengontak saya. Untuk hal-hal yang prinsip ya. Yang beliau anggap sebagai hal-hal yang perlu dilaporkan kepada Presiden,” tambahnya.

Menurut Wiranto, Try Sutrisno adalah sosok yang sederhana dan patuh terhadap konstitusi. “Kesederhanaannya, kepatuhan terhadap konstitusi, perjuangan yang selalu membela kebenaran dan berkiblat kepada sesuatu yang menjadi keyakinan beliau,” ujar Wiranto. Ia juga menekankan bahwa sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno selalu mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi dan golongan.

Kondisi Kesehatan Try Sutrisno

Untuk diketahui, Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin pagi. Pihak keluarga menyebutkan bahwa ia tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang menyebabkan kematian. Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa kondisi kesehatan sang ayah menurun karena faktor usia yang sudah menginjak 90 tahun.

“Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya,” kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari Kompas TV.

Taufik menuturkan, sebelum wafat, Try telah dirawat di RSPAD sejak tanggal 16 Februari 2026 lalu karena sempat tidak punya selera untuk makan. “(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuma tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan,” kata Taufik.

Ia menambahkan bahwa tim dokter RSPAD dan kepresidenan sudah mengupayakan pengobatan terbaik kepada Try.

Pos terkait