Amazon Hentikan Robot Gudang “Blue Jay” Usai Rilis, Beralih ke Sistem Orbital

Picture W
Picture W

Strategi Otomatisasi Gudang Amazon yang Berubah

Amazon, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, kembali mengambil langkah strategis dalam pengembangan sistem logistik. Setelah sebelumnya meluncurkan robot “Blue Jay” sebagai bagian dari inisiatif otomatisasi gudang, perusahaan ini memutuskan untuk menghentikan pengembangan proyek tersebut. Keputusan ini menunjukkan bahwa Amazon sedang melakukan penyesuaian terhadap strategi mereka dalam membangun sistem logistik yang lebih efisien dan mudah diperluas.

Robot “Blue Jay” diluncurkan pada Oktober 2025 dengan desain berlengan ganda yang mampu mengambil dan memindahkan beberapa barang sekaligus. Teknologi ini dirancang untuk menjadi fondasi otomatisasi dalam pusat distribusi pengiriman cepat. Diharapkan, sistem ini akan meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para karyawan.

Namun, dalam praktiknya, pengembangan robot berbasis kecerdasan buatan di lingkungan fisik terbukti lebih rumit dari yang diperkirakan. Di tengah tekanan untuk menekan biaya dan mempercepat proses distribusi di jaringan gudang global, keputusan untuk menghentikan proyek ini menunjukkan tantangan nyata dalam menerjemahkan ambisi teknologi menjadi sistem yang benar-benar efektif di lapangan.

Penghentian proyek “Blue Jay” secara diam-diam dilakukan pada Januari 2026. Beberapa karyawan yang sebelumnya bekerja pada proyek ini dikabarkan telah dipindahkan ke inisiatif robotika lain di dalam perusahaan. Menanggapi hal ini, juru bicara Amazon, Terrence Clark, menyatakan bahwa teknologi inti dari “Blue Jay” akan digunakan dalam berbagai inisiatif lain di seluruh jaringan gudang perusahaan.

Clark juga menegaskan bahwa Amazon terus bereksperimen dengan cara-cara baru untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan membuat pekerjaan lebih aman, efisien, dan menarik bagi karyawan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa penghentian proyek tidak berarti pembatalan total atas investasi teknologinya.

Tantangan dalam Pengembangan “Blue Jay”

Secara internal, sumber yang mengetahui proyek tersebut menyebutkan bahwa “Blue Jay” menghadapi beberapa hambatan seperti biaya tinggi, kompleksitas produksi, serta tantangan integrasi dalam sistem gudang yang sudah ada. Robot ini sebelumnya dirancang untuk beroperasi dalam kerangka sistem gudang lama yang dikenal sebagai Local Vending Machine (LVM), yaitu model fasilitas terintegrasi dalam satu struktur besar.

Dengan demikian, Amazon memutuskan untuk beralih fokus ke sistem baru bernama “Orbital”. Berbeda dengan LVM yang bersifat monolitik, “Orbital” dirancang modular—terdiri atas berbagai komponen yang dapat dirakit dalam konfigurasi berbeda sesuai kebutuhan lokasi. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dan lebih mudah diterapkan pada gudang berukuran lebih kecil.

Sistem “Orbital” juga disebut memiliki potensi untuk dipasang sebagai solusi pemenuhan pesanan skala mikro di bagian belakang toko Whole Foods, jaringan ritel bahan pangan yang berada di bawah Amazon. Sistem ini juga mampu menangani produk dingin seperti bahan makanan segar. Langkah ini sejalan dengan upaya Amazon memperkuat pengiriman kebutuhan harian serta mengejar ketertinggalan dari Walmart di sektor bahan pangan.

Meski demikian, sistem “Orbital” belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Gudang pertama berbasis sistem tersebut untuk layanan pengiriman di hari yang sama diperkirakan baru dibuka pada 2027. Peralihan ini menunjukkan strategi jangka menengah dalam pembenahan logistik Amazon.

Perubahan Arah dalam Strategi Otomatisasi

Dengan demikian, penghentian “Blue Jay” bukan sekadar pembatalan proyek, melainkan reposisi arah. Amazon memilih untuk mengonsolidasikan teknologi yang telah dikembangkan dan mengarahkannya ke sistem yang dinilai lebih adaptif. Dalam dinamika global otomatisasi gudang, fleksibilitas kini tampak menjadi kata kunci utama.


Pos terkait