
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menunjukkan semangat tinggi dalam menghadapi perubahan dan tantangan di industri otomotif nasional pada tahun 2026. Meski pasar masih menghadapi berbagai tantangan, perusahaan ini memiliki target yang ambisius, yaitu meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat posisi pangsa pasar.
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menyatakan bahwa kinerja perusahaan selama 2025 menjadi dasar penting untuk menyongsong tahun berikutnya. Penjualan yang stabil dan respons positif dari konsumen terhadap produk Mitsubishi menjadi modal utama dalam merancang target yang lebih agresif.

Pada tahun lalu, Mitsubishi berhasil mendominasi beberapa segmen pasar. Misalnya, Destinator mencatatkan pangsa pasar sebesar 71,3 persen, L300 dengan pangsa pasar 47,5 persen di segmen medium pikap, Pajero Sport sebesar 34,7 persen, serta model unggulan seperti Xpander dan Xpander Cross yang masing-masing memiliki pangsa pasar sebesar 24,7 persen.
“Kami memiliki empat tujuan utama. Pertama, memperluas jaringan diler di seluruh Indonesia. Kedua, memperkuat layanan melalui filosofi Passion to Care,” ujarnya dalam sesi media iftar pada Jumat (28/2) lalu di Jakarta.

“Ketiga, mengoptimalkan pengalaman konsumen melalui digitalisasi dan kolaborasi kecerdasan buatan (AI). Keempat, meluncurkan model berkualitas tinggi yang ditujukan untuk konsumen Indonesia, termasuk opsi hybrid,” tambahnya.
Mitsubishi melihat adanya peluang pertumbuhan, terutama karena meningkatnya kebutuhan mobilitas dan pemulihan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Optimisme ini membuat perusahaan menetapkan target tinggi untuk mencapai pangsa pasar dua digit.
“Melalui inisiatif tersebut, kami menargetkan pangsa pasar lebih dari 10 persen untuk tahun fiskal April 2026-Maret 2027 mendatang,” ujarnya.

Secara historis, data Gaikindo menunjukkan bahwa performa Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada 2021, Mitsubishi mencatatkan puncak kinerja dengan penjualan sebanyak 104.407 unit dan pangsa pasar sebesar 12,1 persen. Namun, capaian tersebut belum terulang pada tahun-tahun berikutnya.
Pada 2022, penjualan turun menjadi 97.936 unit dengan pangsa pasar 9,7 persen. Diikuti oleh 81.792 unit (8,2 persen) pada 2023, 74.030 unit (8,3 persen) pada 2024, dan kembali turun menjadi 70.338 unit dengan pangsa pasar 8,4 persen pada 2025.
Penurunan bertahap ini mencerminkan semakin ketatnya persaingan di industri otomotif nasional. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Mitsubishi untuk kembali membangun posisi yang sama seperti pada 2021, sekaligus memperkuat daya saing di tengah dominasi merek-merek pesaing.
“Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, respons pasar terhadap produk kami sangat positif. Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil dan memungkinkan kami meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen,” tutupnya.





