Kondisi Jalan yang Rusak Parah Menghambat Perjalanan Ambulans
Video yang viral di media sosial menunjukkan kondisi ambulans yang terjebak di kubangan jalan yang rusak parah. Kejadian ini diduga terjadi di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Akibat jalan yang tidak layak dilewati, pasien yang dibawa menggunakan ambulans dengan plat DA 9006 GC harus terlambat menerima bantuan medis.
Dalam unggahan akun TikTok @selessureng_1 pada Senin (2/3/2026), terlihat bahwa kondisi jalan tersebut belum ditutup aspal dan hanya berkonstruksi batu serta tanah merah. Namun, saat hujan deras mengguyur, jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang dalam. Hal ini membuat kendaraan roda empat kesulitan untuk melintasi jalan tersebut dan rawan terjebak.
Salah satu unit ambulans yang bertuliskan Desa Karang Sari Indah, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, tengah membawa pasien untuk menerima perawatan. Sayangnya, mobil ambulans ini justru terjebak di kubangan yang cukup dalam hingga tak bisa keluar. Akibatnya, mobil ambulans tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya berhenti di tengah-tengah jalan.
Di sekitar jalan tersebut, bagian kanan dan kiri hanya berupa hutan sawit. Seorang perekam video menyampaikan, “Gak bisa lewat ambulans, bawa pasien ini.” Beberapa warga mencoba mengeluarkan ambulans dari kubangan lumpur menggunakan alat sederhana seperti tali. Sementara itu, pasien yang dibawa tampak pasrah menunggu pertolongan dan hanya bisa merebahkan diri di ranjang ambulans.
Kisruh Ambulans Desa
Warga Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, sempat dihebohkan oleh pesan berantai di grup media sosial pada Minggu (18/1/2026) sore. Pesan tersebut meminta agar menghentikan sebuah mobil ambulans desa (amdes) jenis Suzuki APV putih yang disebut melaju ke arah Banjarmasin dari kawasan Gunung Kayangan, Pelaihari.
Informasi yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kejadian ini bukanlah tindakan kriminal, melainkan kesalahpahaman antara pengendara di jalan. Awalnya, sopir amdes salah satu desa di Kecamatan Tambangulang telah mengantarkan pasien ke Kota Pelaihari. Di sekitar kawasan Manggala Agni, dekat Gunung Kayangan, sopir amdes terlibat perselisihan dengan pengemudi minibus Avanza yang ditumpangi beberapa pemuda berambut cepak.
Diduga, cekcok tersebut dipicu oleh masalah saling menyalip di jalan. Perselisihan sempat memanas hingga kedua kendaraan berhenti. Beberapa penumpang minibus kemudian mendatangi sopir ambulans, mengambil kunci, dan membawa ambulans tersebut ke Polsek Tambangulang.
Situasi tersebut kemudian berkembang di media sosial. Muncul narasi yang menyebut ambulans “dibawa kabur” sehingga memicu kepanikan dan ajakan kepada warga agar menghentikan kendaraan tersebut jika melihatnya di jalan.
Kapolsek Tambangulang, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan karena hanya disebabkan miskomunikasi. “Itu hanya kesalahpahaman dan sudah diselesaikan secara baik-baik. Ambulans aman saja, tidak ada unsur pencurian,” tegas Kapolsek.
Ia juga memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah dimintai keterangan dan persoalan tersebut sudah diklarifikasi di Mapolsek Tambangulang.





