Amerika Serikat Serang Iran dengan 30 Bom dan 21 Rudal Tomahawk

129009336 6e7c9ece 48d3 428c B10c E691d3d29ce0
129009336 6e7c9ece 48d3 428c B10c E691d3d29ce0

Operasi Epic Fury: Serangan Militer AS dan Israel yang Mengguncang Iran

Operasi Epic Fury, yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS) dan Israel, telah menargetkan berbagai lokasi kunci di Iran. Tidak hanya situs nuklir, operasi ini juga mengincar tokoh-tokoh utama dalam pemerintahan Iran. Salah satu tokoh penting yang dikabarkan tewas adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Jenazah Ayatollah Ali Khamenei ditemukan di reruntuhan bangunan yang dihantam 30 bom militer AS. Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah memberikan indikasi bahwa Khamenei mungkin telah tewas akibat serangan udara. Operasi Epic Fury tidak hanya menargetkan kompleks perkantoran Khamenei, tetapi juga lokasi-lokasi seperti Kementerian Intelijen Iran, Kementerian Pertahanan, serta Organisasi Energi Atom Iran.

Selain itu, sejumlah rudal Tomahawk terlihat terbang di udara saat menghantam target di Teheran. Wilayah-wilayah lain yang diterjang rudal AS dan Israel termasuk Bushehr, Qom, Karaj, Kermanshah, dan Isfahan. Serangan gabungan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk melenyapkan tokoh-tokoh penting dalam rezim Iran, yang kemudian akan memicu kekacauan di seluruh Timur Tengah.

Sebelum konfirmasi resmi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ada “banyak tanda” bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun telah tewas. Pemboman tersebut menghancurkan sejumlah bangunan di kompleks tempat tinggal Pemimpin Tertinggi dan tokoh-tokoh penting rezim lainnya. Khamenei, yang telah memerintah Iran sejak 1989, dilaporkan ditemukan di antara reruntuhan.

Putri, cucu, anak perempuan, dan menantu Khamenei juga tewas dalam pemboman tersebut. Kematian mereka dikonfirmasi oleh media pemerintah hari ini, dan diketahui bahwa mereka tinggal bersama di kompleks tersebut.

Gelombang pertama Operasi Epic Fury menargetkan lokasi-lokasi yang terkait dengan aparat keamanan rezim Iran dan berfokus pada lokasi-lokasi yang mereka klaim menimbulkan ancaman langsung bagi AS dan sekutunya. Di antara target tersebut adalah bangunan-bangunan yang terkait dengan Garda Revolusi Islam yang ditakuti, serta situs-situs udara dan angkatan laut Iran.

Tujuan dari Operasi Epic Fury adalah untuk melenyapkan kepemimpinan negara tersebut. Menurut pemerintah AS, tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika selama fase pertama operasi tersebut.

Netanyahu, yang telah lama berkampanye untuk intervensi militer terhadap Iran dan telah memperingatkan ancaman nuklir yang akan segera terjadi dari negara itu selama beberapa dekade, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Hari-hari yang penuh tantangan menanti kita.” Ia menambahkan bahwa setiap tindakan militer mengandung risiko, tetapi risiko tidak bertindak jauh lebih besar, karena jika kita tidak bertindak, kita akan menghadapi Iran yang memiliki senjata nuklir, Iran dengan puluhan ribu rudal balistik, Iran yang akan berupaya menghancurkan kita dan kebal terhadap tindakan balasan kita.

Iran membalas serangan pada Sabtu pagi itu, dengan menyerang negara-negara tetangga yang bersekutu dengan atau memiliki pangkalan Amerika. Negara-negara yang melaporkan terkena serangan drone dan rudal Iran termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Israel. Rudal-rudal Iran tampaknya menghantam gedung-gedung mewah dan area perbelanjaan di Dubai, kota yang menjadi rumah bagi ratusan ribu warga Inggris. Sebuah drone juga terlihat menghantam menara hunian di Bahrain.


Pos terkait