Aktor ternama, Aming kembali menjadi perhatian publik dengan perannya dalam film terbaru Joko Anwar yang berjudul Ghost in the Cell. Dalam film ini, ia memerankan karakter bernama Tokek. Peran ini dinilai sangat istimewa oleh Aming karena dianggap sebagai salah satu puncak dari karier keaktorannya di Indonesia.
Aming menceritakan pengalamannya saat pertama kali mendengar nama karakter yang akan ia perankan. Ia awalnya mengira bahwa peran ini akan bersifat komedi. Namun, ternyata tidak demikian. Ia menjelaskan bagaimana ia merasa bingung ketika mengetahui bahwa karakter tersebut bernama “Tokek”.
“Pas ditanya karakternya apa, jawabannya ‘Tokek’. Saya sempat bingung, kalau di Sunda kan itu binatang melata. Terus ada istilah ‘Torek’ yang artinya budeg (tuli). Saya tanya lagi, ini Tokek atau Torek, Bang? Ternyata beneran Tokek,” ujarnya saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Di balik nama yang terdengar seperti hewan, Tokek memiliki kompleksitas karakter yang luar biasa. Aming menggambarkan Tokek sebagai sosok yang lahir dari kegelapan dan kekelaman. Ia menyebutkan bahwa Tokek adalah campuran dari hal-hal yang tidak manusiawi.
“Pokoknya segala sesuatu yang terbuat dari kekelaman, kegelapan, hal-hal depresi. Dia itu mixture dari hal-hal yang emang enggak manusiawi, inhuman aja udah,” katanya.
Peran ini memberikan tantangan besar bagi Aming. Ia mengakui bahwa memerankan Tokek sangat melelahkan secara fisik maupun mental. Ia bahkan menyebut bahwa karakter ini membuatnya teringat pada trauma masa lalu.
“Kalau mau jujur itu karakternya capek parah sih. Itu bener-bener kayak recall my trauma, recall all the ghosts from the past life. Sampai ada adegan yang membuat saya agak ‘hilang’ bentar, tapi balik lagi, enggak sampai gila beneran,” kata Aming.
Namun, meskipun berat, Aming merasa nyaman karena adanya kepercayaan dari sutradara, Joko Anwar. Menurutnya, Joko Anwar adalah sosok yang sangat memahami dan percaya pada potensi aktornya. Hal ini memungkinkan Aming untuk mengeksplorasi sisi gelap dari karakter Tokek secara alami.
Alasan Joko Anwar Memilih Aktor Ghost in the Cell
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan aktor dalam film Ghost in the Cell bukan hanya sekadar untuk memajang nama besar. Ia ingin memastikan bahwa setiap pemain memiliki karakter yang cocok dengan peran yang diberikan.
Film ini dibintangi oleh 16 aktor papan atas. Beberapa di antaranya adalah Abimana Aryasatya, Tora Sudiro, Morgan Oey, Lukman Sardi, dan lainnya. Joko Anwar menekankan bahwa ia selalu mencari aktor yang memiliki sifat atau trait yang mirip dengan karakter yang ia ciptakan.
“Aku sama temen-temen di Come and See kalau milih pemain itu bukan hanya karena mereka enggak kaleng-kaleng. Yang kaleng-kaleng juga enggak apa-apa, asal cocok karakternya,” ujar Joko Anwar.
Ia menilai bahwa Aming adalah sosok yang paling tepat untuk memerankan Tokek. Karakter yang misterius dan kompleks ini dapat hidup melalui penampilan Aming.
Setelah sukses melakukan world premiere di Berlin International Film Festival 2026, para penonton Indonesia kini mulai penasaran. Trailer resmi telah dirilis, menjanjikan kombinasi antara kengerian supranatural dan komedi satir yang tajam.
Bagi penggemar karya Joko Anwar, Ghost in the Cell akan segera hadir di bioskop seluruh Indonesia pada 16 April 2026. Film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang luar biasa.





