Anak-anak Linge Ucapkan Terima Kasih lewat Surat untuk Baitul Mal dan RTA

1701792617
1701792617

Surat Sederhana yang Mengharukan dari Anak-Anak Pengungsi

Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian pascabanjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Linge, Aceh Tengah, sebuah surat sederhana yang ditulis tangan seorang anak menjadi penutup paling mengharukan dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447H Rabithah Thaliban Aceh (RTA) yang difasilitasi Baitul Mal Aceh Tengah.

Surat itu ditulis di atas kertas buku tulis bergaris yang diterima oleh Tengku Ridwan Bintang dari anak-anak penyintas bencana di Kute Reje Linge. Di bagian atas tertulis “Assalamualaikum”, lalu dilanjutkan dengan kalimat yang lugas dan polos:

“Kepada bapak Baitul Mal Aceh Tengah, terima kasih pak telah baik pada kami. Kami sangat bahagia karena telah diajar oleh abang-abang tengku di sini beberapa hari. Kami belajar mengaji dan ikut lomba. Terima kasih pak.”

Namun di bagian bawah surat, terselip kalimat yang membuat para pendamping dan siapapun yang membacanya dibuat terharu.

“Tapi sedihnya abang-abang tengku terlalu sebentar di sini. Kabarnya mereka akan kembali, dan kami tidak ada lagi yang menemani. Semoga bapak selalu mengingat kami di sini. Terima kasih abang-abang tengku, kami akan merindukan kalian semua.”

Surat itu ditandatangani sederhana, “Anak Kute Reje”, lengkap dengan gambar hati kecil di bagian bawah surat.

Rangkaian Kegiatan Ramadan yang Berkesan

Ketua RTA Aceh Tengah, Tengku Ridwan Bintang SH, mengatakan surat tersebut diberikan saat tim berpamitan usai mendampingi anak-anak selama sepekan, sejak Senin (23/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026).

“Waktu kami pamit, beberapa anak ada yang menyerahkan surat ini. Mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” ujar Ridwan, Minggu (1/3/2026).

Selama Ramadhan, tim RTA bersama Baitul Mal mengisi hari-hari anak-anak pengungsian dengan pengajian dan TPA. Selain itu, juga diadakan perlombaan keagamaan di Kampung Delung Sekinel, Kute Reje, dan Jamat, Kemukiman Wih Dusun Jamat, serta melibatkan anak-anak dari Kampung Bayur.

“Bagi kami mungkin ini hanya sepekan. Tapi bagi mereka, itu sangat berarti. Surat ini menjadi pengingat bahwa kehadiran kecil pun bisa menjadi harapan besar bagi anak-anak yang sedang diuji,” katanya.

Harapan untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Ridwan berharap perhatian dan dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana di Linge tidak berhenti. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus hadir, agar anak-anak di sana tidak merasa ditinggalkan, terutama di bulan suci Ramadhan yang seharusnya penuh keceriaan dan kebersamaan.

Aktivitas yang Dilakukan Selama Ramadan

Beberapa aktivitas yang dilakukan selama Ramadan antara lain:

  • Pengajian rutin setiap hari
  • Pelaksanaan TPA untuk anak-anak pengungsian
  • Perlombaan keagamaan seperti lomba tilawah dan cerdas cermat
  • Pemberian bantuan sosial dan sembako kepada keluarga yang terdampak bencana

Selain itu, tim RTA juga memberikan pembinaan spiritual dan edukasi agama kepada anak-anak, sehingga mereka tetap dapat merayakan Ramadan dengan penuh makna meskipun dalam kondisi yang sulit.

Pesan dari Anak-Anak Pengungsi

Surat yang ditulis oleh anak-anak pengungsi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur dan kerinduan terhadap para relawan yang telah datang dan memberikan perhatian. Meskipun hanya sepekan, kehadiran para relawan telah meninggalkan kesan mendalam dalam diri anak-anak tersebut.

Mereka berharap kehadiran seperti ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi bisa terus berlanjut agar anak-anak pengungsi merasa didukung dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan hidup.

Pos terkait