Anak Pejabat Dapat Beasiswa LPDP, Seleksi Diharapkan Lebih Ketat

Aa1kcrs7 1
Aa1kcrs7 1



JAKARTA – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti fenomena beasiswa LPDP yang diperoleh oleh orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi. P2G meminta pemerintah untuk mengevaluasi proses seleksi calon penerima beasiswa LPDP sekaligus meningkatkan kuota jalur afirmasi.

Anggi Afriansyah, anggota Dewan Pakar P2G, mengungkapkan bahwa hal ini terjadi setelah kasus Arya Iwantoro dan istrinya, Dwi Sasetyaningtyas, yang viral karena status kewarganegaraan anaknya. Keduanya adalah penerima beasiswa LPDP dari keluarga pejabat.

“Yang paling penting adalah bagaimana dana pemerintah dialokasikan untuk mereka yang memiliki keterbatasan,” kata Anggi kepada media, Ahad (1/3/2026).

Dalam LPDP, ada beberapa mekanisme untuk mendapatkan beasiswa, antara lain reguler, jalur targeted, dan dana jalur afirmasi. Anak-anak pejabat dan tokoh bisa mendaftar melalui jalur reguler selama memenuhi persyaratan. Namun, Anggi menyebut bahwa banyak orang dengan privilege yang masuk ke jalur reguler.

“Beberapa contoh adalah anak pejabat atau tokoh publik seperti artis yang sebenarnya bisa membiayai pendidikan mereka sendiri jika ingin studi di luar negeri,” ujar Anggi.

Menurut Anggi, inilah yang menjadi masalah karena mekanisme jalur reguler terbuka untuk siapa saja. Selama memenuhi syarat, mereka bisa mendapatkan beasiswa LPDP. Hal ini menimbulkan bias dalam penyaluran beasiswa.

LPDP juga menyediakan kuota afirmasi untuk kelompok disabilitas fisik atau mental, putra-putri Papua, wilayah Indonesia Timur, dan santri. Selain itu, ada jalur targeted untuk TNI, Polri, PNS, ASN BUMN. Anggi mengusulkan agar kuota afirmasi dan jalur targeted ditambah.

“Jika kuota target ditambah, saya yakin kelompok kurang mampu di wilayah 3T dan Indonesia Timur akan lebih banyak mendapat kesempatan. Momentum ini harus dimanfaatkan LPDP untuk berbenah diri,” ucap Anggi.

Mekanisme seleksi tahap awal menurut Anggi menjadi hal paling penting. Untuk jalur reguler, indikatornya tidak berdasarkan apakah mereka memiliki kartu prasejahtera atau berasal dari daerah yang miskin. Ini membuat siapa pun yang memenuhi syarat bisa masuk. Namun, ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengakomodasi dana pajak rakyat atau hutang luar negeri untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Arya Iwantoro, anak dari Syukur Iwantoro yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2019, bukan dalam posisi miskin untuk meraih pendidikan lebih tinggi. Publik juga sempat menyoroti Mutiara Anissa, putri mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan, yang tercatat sebagai penerima LPDP. Mutiara diketahui berangkat ke Amerika Serikat pada Juli 2025 untuk melanjutkan studi magister di Harvard University.

Harta kekayaan Anies Baswedan mencapai Rp 11.789.358.223 atau Rp 11,7 miliar. Harta itu sebagaimana dilaporkan Anies ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berkompetisi dalam Pilpres 2024.

Pos terkait