Proyeksi Pergerakan Rupiah di Tengah Ketegangan Regional
Seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi bahwa rupiah akan mengalami pelemahan pada hari Senin. Hal ini disebabkan oleh sentimen pasar yang cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke aset yang lebih aman.
Menurut Lukman, rupiah diperkirakan akan bergerak melemah dalam kisaran antara Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kecenderungan pelaku pasar untuk mencari perlindungan dari volatilitas yang muncul akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan akan terus melemah dan bergerak secara volatil terhadap dolar AS, terlebih dalam situasi sentimen risk off akibat konflik di kawasan tersebut,” kata Lukman kepada media lokal.
Respons BI Terhadap Pelemahan Rupiah
Meski demikian, Lukman menilai bahwa Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan segera melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pernyataan ini didasarkan pada pengalaman masa lalu, di mana BI sering kali turun tangan saat situasi pasar sedang tidak stabil.
Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, rupiah tercatat melemah sebesar 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.829 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang tercatat pada Rp16.787 per dolar AS. Angka ini menunjukkan adanya tekanan terhadap rupiah dalam kondisi pasar yang sedang tidak pasti.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Beberapa hari sebelumnya, pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Balasan dari Iran datang dalam bentuk serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal yang dilakukan oleh AS-Israel terhadap tempat kerjanya.
Masa Berkabung dan Pernyataan Iran
Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan memberlakukan libur kerja selama seminggu. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran juga merilis pernyataan tertulis yang menyatakan tekad mereka untuk membalas kematian Khamenei.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana konflik regional dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah. Dalam situasi seperti ini, investor dan pelaku pasar cenderung waspada dan mencari alternatif investasi yang lebih aman.
Prediksi dan Reaksi Pasar
Dengan situasi yang masih dinamis, prediksi pelemahan rupiah diharapkan tetap menjadi fokus utama bagi para pemain pasar. Namun, kebijakan BI dan respons internasional akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari mendatang.
Selain itu, perkembangan politik dan militer di kawasan Timur Tengah akan terus diawasi dengan seksama, karena potensi eskalasi konflik bisa memicu gejolak lebih lanjut di pasar keuangan global.





