Perkembangan Terbaru tentang Aplikasi AI Seedance
Perusahaan induk TikTok, ByteDance, telah membuat pernyataan terkait aplikasi video AI bernama Seedance yang kini menjadi sorotan. Aplikasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan studio-studio film di Hollywood setelah beberapa ancaman tindakan hukum muncul, termasuk dari Disney.
Aplikasi video AI Seedance milik ByteDance sempat viral karena kemampuannya dalam menghasilkan video ultra-realistik. Salah satu video yang paling tren adalah klip yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt berkelahi di atap yang runtuh saat senja. Banyak pengguna memuji realisme dari video-video tersebut. Namun, hal ini juga memicu kekhawatiran dari beberapa studio Hollywood yang menuduh platform AI ini melakukan pelanggaran hak cipta.
Disney dikabarkan telah mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance. Dalam surat tersebut, Disney menuduh perusahaan menggunakan ‘perpustakaan bajakan’ yang berisi karakter-karakter berhak cipta milik studio mereka, termasuk karakter dari Marvel dan Star Wars.
“ByteDance melakukan perampokan dan penjarahan virtual atas kekayaan intelektual, termasuk pahlawan super dari Marvel, Star Wars, dan berbagai kartun,” kata pengacara Disney seperti dikutip dari BBC Internasional, Senin (16/2).
Tanggapan dari ByteDance
ByteDance merespons dengan menyatakan bahwa perusahaan menghormati hak kekayaan intelektual. “Kami mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan yang ada saat ini seiring upaya kami untuk mencegah penggunaan kekayaan intelektual dan citra secara tidak sah oleh pengguna,” ujar perusahaan.
Namun, ByteDance belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan. Perusahaan hanya menyebutkan bahwa mereka sedang memperkuat sistem perlindungan terhadap penggunaan konten yang tidak sah.
Peluncuran Versi 2.0 dari Seedance
ByteDance baru-baru ini meluncurkan versi 2.0 dari Seedance, hampir dua bulan setelah versi sebelumnya dirilis. Dalam siaran persnya, perusahaan menonjolkan akurasi fisik, realisme, dan kemampuan kontrol pada video yang dihasilkan oleh Seedance 2.0.
Seperti alat AI generatif lainnya, Seedance dapat membuat video berdasarkan perintah teks singkat. Banyak klip Seedance didasarkan pada aktor dan acara nyata, dan beberapa di antaranya telah menjadi viral sejak peluncuran versi 2.0.
Beberapa klip yang disebut dibuat oleh Seedance menunjukkan karakter Star Wars, Anakin Skywalker dan Rey, bertarung dengan lightsaber. Ada juga video yang menunjukkan Spider-Man melawan Captain America di jalanan New York.
Kritik dari Organisasi Hollywood Lainnya
Ancaman hukum dari Disney ini menyusul kritik dari organisasi lain di Hollywood terkait platform Seedance. Paramount Skydance dilaporkan juga telah mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance yang menuntut agar Seedance berhenti menggunakan kontennya.
Motion Picture Association, yang mewakili studio-studio film di Hollywood seperti Warner Bros Discovery, Paramount, dan Netflix, telah menuntut ByteDance untuk menghentikan fitur Seedance 2.0, karena melanggar hak cipta atas penggunaan klip-klip film maupun acara di Amerika Serikat.
“Dalam satu hari, platform AI Cina Seedance 2.0 telah terlibat dalam penggunaan karya berhak cipta AS tanpa izin, dalam skala besar,” kata Motion Picture Association dikutip dari BBC Internasional, pekan lalu.





