Andalannya Gol dari Sepak Pojok, Arsenal Jadi Calon Juara Liga Inggris Terburuk

Aa1xa075
Aa1xa075



Arsenal kembali memperlebar jarak dari Manchester City di papan klasemen Premier League menjadi 5 poin setelah mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan ke-28 di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026). Kemenangan ini membuktikan bahwa tim asuhan Mikel Arteta masih mampu mempertahankan posisi teratas meskipun bermain dalam situasi yang tidak selalu mudah.

Gol-gol Arsenal tercipta melalui situasi sepak pojok. Di menit ke-21, Gabriel Magalhaes mengirim umpan silang yang kemudian diselesaikan William Saliba dengan sundulan. Sementara itu, Chelsea menyamakan skor pada menit ke-45+2 lewat gol bunuh diri Piero Hincapie yang mencoba menyundul bola dari umpan Reece James.

Kemudian, di menit ke-66, Jurrien Timber berhasil memastikan kemenangan Arsenal setelah menyundul bola sepak pojok Declan Rice. Di menit ke-70, tim tamu harus bermain dengan 10 orang setelah Pedro Neto menerima kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, Arsenal tidak mampu mencetak gol tambahan.

Hasil ini semakin memperkuat hubungan antara Arsenal dengan situasi sepak pojok pada musim ini. Berdasarkan data dari Opta, Arsenal telah mencetak 16 gol dari situasi sepak pojok, angka yang sama dengan rekor terbanyak dalam satu musim Premier League. Rekor ini sebelumnya pernah dicatat oleh Oldham pada 1992-1993, West Brom pada 2016-2017, dan juga Arsenal sendiri di musim 2023-2024.

Selain itu, Arsenal kini telah mencetak 9 gol penentu kemenangan melalui sepak pojok, angka yang melebihi rekor sebelumnya yang dipegang oleh Manchester United dengan 8 kali pada musim 2012-2013.

Banyaknya gol yang lahir dari situasi bola mati ini mendapat kritik dari mantan pemain Premier League, Chris Sutton. Ia menyebut bahwa Arsenal bisa menjadi juara Liga Inggris terburuk karena sangat bergantung pada gol dari bola mati. “Set-piece lagi buat Arsenal,” kata Sutton seperti dikutip dari BBC. “Saya pikir mereka akan memenangi liga. Jika Arsenal mencapai garis finis di urutan pertama, akankah mereka menjadi juara Premier League terburuk sepanjang sejarah? Performanya tidak ada di sana.”

Mantan gelandang Arsenal, Patrick Vieira, juga menyoroti pentingnya performa yang lebih baik dari Tim Meriam daripada hanya mengandalkan gol dari bola mati. “Dari sudut pandang Arsenal, hal yang paling penting adalah 3 poin,” ujarnya. “Ketika Anda menelaah pertandingan lebih dalam, mencetak 2 gol dari bola mati, itu bukan permainan yang terbuka. Jika berada di puncak klasemen Premier League dan Liga Champions, Anda berharap Arsenal tampil menyerang. Ekspektasinya menjadi lebih tinggi, Anda mengharapkan lebih banyak dari Arsenal.”

Mikel Arteta sendiri memberikan komentar tentang bola mati yang sering kali menyelamatkan timnya. “Menghadapi 10 orang, saya mengharapkan permainan yang berbeda,” katanya. “Lihat kualitas yang ada di atas lapangan, begitu banyak, tetapi bola mati masih menjadi hal yang membuat perbedaan. Chelsea sangat bagus dalam hal itu dan kami juga sangat bagus melakukannya. Kemampuan memaksimalkan bola mati sangat penting. Kami pernah kehilangan angka gara-gara lemparan ke dalam jauh. Belakangan ini kami tidak mencetak gol dari banyak bola mati, sekarang tim melakukannya.”

Pos terkait