Kecepatan Tinggi dan Tantangan di Sirkuit Buriram
Salah satu faktor penting dalam balap MotoGP adalah memiliki kecepatan maksimal yang cukup tinggi. Dengan kecepatan ini, pembalap bisa dengan mudah melewati lawannya di lintasan lurus. Namun, di Sirkuit Buriram, situasi tidak begitu sederhana. Lintasan lurus di sini tidak memungkinkan penyalipan yang mudah, terutama jika kecepatan antar pembalap hampir sama. Hal ini membuat Alex Marques, pembalap Gresini Ducati, merasa waspada.
Meskipun Ducati dikenal memiliki keunggulan dalam hal kecepatan tertinggi dibandingkan beberapa rival MotoGP-nya, GP26 tampak kembali kuat di area ini menjelang musim baru. Top speed akan menjadi peran penting di Sirkuit Buriram, yang menjadi tempat balapan pembuka musim 2026. Sektor pertama dari sirkuit ini didominasi oleh lintasan lurus yang membutuhkan kecepatan ekstra.
Pada hari pertama tes di Buriram, Francesco Bagnaia mencatatkan top speed sebesar 342 km/jam. Angka ini didapatkan berkat penggunaan perangkat pengatur ketinggian baru yang disinyalir membantu Desmosedici meningkatkan kecepatan di lintasan lurus.
Namun, Alex Marquez melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Berdasarkan pengamatannya selama uji coba, ia mengatakan bahwa harus waspada terhadap kekuatan yang dimiliki pesaing Ducati. Ia menyatakan:
“Ya, tapi Anda butuh kecepatan lebih dari 2 km/jam untuk menyalip dengan bersih,” katanya ketika disebutkan bahwa GP26 terlihat cepat di lintasan lurus. Jadi, itu tidak mudah dan di sini saya berada di belakang beberapa Aprilia, juga beberapa Honda. Mereka cukup mirip,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak akan mudah untuk menyalip di lintasan tersebut. Pada hari terakhir tes, Aprilia hampir nyaris menembus 340 km/jam di speed trap, sementara Honda mencapai kecepatan 338 km/jam.
Kesempatan untuk Meningkatkan Performa
Sementara Alex Marquez terlihat lebih sibuk untuk tes pramusim kali ini, karena ia dibekali motor pabrikan Ducati untuk pertama kalinya. Runner-up musim 2025 itu tidak memandang tambahan pekerjaannya sebagai tanggung jawab. Sebaliknya, ia melihat ini sebagai “kesempatan” untuk meningkatkan motornya selama musim balap.
Lebih jauh, adik Marc Marquez itu juga mencatat bahwa program tesnya lebih “masuk akal” dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Bagi saya, ini bukan hanya soal tanggung jawab, tetapi lebih kepada kesempatan,” tambahnya.
“Tahun lalu tidak ada kesempatan sama sekali. Tahun ini Anda memiliki banyak kesempatan untuk membuat paket Anda semakin baik. Ini juga sesuatu yang perlu Anda perhatikan sedikit, agar tidak kehilangan arah, atau agar tidak membingungkan seluruh tim dan diri Anda sendiri,” ungkapnya lagi.
“Tapi itu sesuatu yang saya kerjakan saat uji coba, dan itu masuk akal,” katanya.
Perbedaan dengan Tahun-Tahun Sebelumnya
Namun, ia membandingkan sebuah hal yang berbeda dibandingkan sebelumnya. “Tidak seperti dulu, tidak ada yang bisa dicoba, dan kami cukup bosan di pit,” ujarnya.
“Kami hanya melakukan putaran. Sekarang lebih masuk akal untuk melakukan uji coba dan memiliki berbagai hal; itu menarik,” ungkapnya kemudian.





