Andil Soekarno, Indonesia Jadi Tempat Paling Aman Jika Perang Dunia III Meletus

898933f7 70e5 41d6 842d 15edfc33f82d 169
898933f7 70e5 41d6 842d 15edfc33f82d 169

Daftar Negara yang Paling Aman Jika Perang Dunia III Terjadi

Sebuah laporan terbaru menyoroti lokasi-lokasi yang paling mungkin menjadi tempat bertahan hidup jika Perang Dunia III pecah. Laporan ini mencakup berbagai negara dan wilayah dengan kondisi geografis, politik, serta sumber daya alam yang unik. Berikut adalah daftar lengkapnya:

Antartika

Antartika, meskipun bukan sebuah negara, tetapi merupakan benua yang sangat terpencil. Letaknya di ujung selatan Bumi membuatnya tidak mudah dijangkau. Dalam skenario perang nuklir, Antartika kemungkinan besar akan menjadi tempat yang aman karena jauh dari pusat konflik. Meski tidak memiliki populasi tetap, wilayah ini bisa menjadi tempat perlindungan alami.

Argentina

Negara Amerika Selatan ini memiliki sejarah keterlibatan dalam konflik, seperti perang Falkland pada 1982. Namun, Argentina dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk tanaman tahan penyakit seperti gandum. Dalam situasi perang nuklir, keberadaan sumber makanan yang cukup bisa menjadikannya sebagai tempat yang relatif aman.

Bhutan

Bhutan memegang prinsip netralitas dalam konflik internasional sejak bergabung dengan PBB pada 1971. Letak geografisnya yang terkurung daratan dan banyaknya pegunungan memberikan perlindungan alami. Negara ini sering menduduki peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global, sehingga menjadi pilihan yang baik dalam skenario perang global.

Chile

Chile memiliki garis pantai terpanjang di dunia, mencapai sekitar 6.435 km. Wilayah ini juga kaya akan sumber daya alam dan memiliki infrastruktur yang maju. Meskipun terasa terisolasi, akses ke teknologi modern dapat meningkatkan peluang bertahan hidup jika terjadi perang nuklir.

Fiji

Fiji merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik. Letaknya yang jauh dari negara-negara besar, seperti Australia, serta jumlah angkatan darat yang terbatas, membuatnya menjadi tempat yang relatif aman. Wilayah hutan lebat dan pasokan ikan yang melimpah juga menjadi keuntungan bagi penduduknya.

Greenland

Greenland, bagian dari Denmark, merupakan pulau terbesar di dunia. Letaknya yang terpencil, medan gunung-gunung, serta sikap netral secara politik membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk perlindungan. Populasi yang sedikit (sekitar 56.000 jiwa) juga mengurangi risiko menjadi target utama.

Islandia

Islandia secara konsisten berada di peringkat teratas Indeks Perdamaian Global. Letak geografisnya yang terpencil, serta ketersediaan sumber daya alam seperti air tawar, sumber daya laut, dan energi terbarukan, menjadikannya sebagai negara yang sangat aman dalam skenario perang nuklir.

Indonesia

Indonesia masuk dalam daftar karena kebijakan luar negerinya yang netral sejak era Presiden Soekarno. Istilah “bebas dan aktif” mencerminkan kebijakan yang independen dan fokus pada perdamaian dunia. Letak strategis serta sumber daya alam yang melimpah juga menjadi faktor penentu.

Selandia Baru

Selandia Baru menempati peringkat kedua dalam Indeks Perdamaian Global. Medan pegunungan yang luas memberikan perlindungan alami bagi penduduknya. Negara ini juga dikenal dengan sikap non-partisan terhadap konflik internasional.

Afrika Selatan

Afrika Selatan memiliki lahan subur dan sumber air yang melimpah. Infrastruktur modern negara ini juga membantu meningkatkan peluang bertahan hidup dalam situasi darurat. Letak geografisnya yang luas membuatnya menjadi salah satu pilihan yang layak.

Swiss

Swiss terkenal dengan netralitas politiknya yang kuat. Negara ini telah menjaga netralitasnya selama hampir 200 tahun. Medan pegunungan yang tinggi, letak geografis yang terkurung daratan, serta banyaknya tempat perlindungan nuklir menjadikannya sebagai tempat yang sangat aman.

Tuvalu

Tuvalu, yang dulunya dikenal sebagai Kepulauan Ellice, terletak di tengah Samudra Pasifik. Jumlah penduduk yang sangat sedikit (hanya 11.000 jiwa) dan sumber daya alam yang terbatas membuatnya menjadi target yang tidak diinginkan dalam skenario perang nuklir.






















Pos terkait