Angelina Sondakh Akui Jadi Mualaf Karena Adjie Massaid, Hafal Al-Qur’an dan Berhijrah

Aa1xolns
Aa1xolns

Kehidupan Angelina Sondakh: Dari Cinta ke Agama

Angelina Sondakh, seorang aktris Tanah Air, telah melalui perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan dan perubahan. Ia menceritakan bagaimana proses hijrahnya ke agama Islam tidak sepenuhnya didasari oleh keyakinan hati, tetapi lebih karena hubungan asmara dengan mendiang Adjie Massaid.

“Yang pasti saya jadi mualaf gara-gara cowok ganteng, gara-gara Mas Adjie Massaid. Tapi pada saat itu ya ikut aja, seikut-ikutnya aja,” ujarnya. Saat itu, ia hanya mengikuti gerakan salat yang dilakukan oleh Adjie tanpa benar-benar memahami maknanya.

Perjalanan menuju pernikahan tidak mudah bagi Angelina. Adjie Massaid beberapa kali melamar, namun selalu ditolak oleh ayahnya. “Ketibaan pokoknya ada Pak Ustad, ada penghulu. Aku langsung jadi mualaf, baca kalimat syahadat dan langsung nikah,” katanya.

Ia mengakui bahwa keputusannya kala itu semata-mata didorong oleh perasaan cinta. “Pada saat itu masuk Islam hanya untuk laki-laki ganteng (Adjie Massaid), enggak ada jiwanya, enggak ada hatinya,” ungkapnya.

Setelah sang suami wafat, Angelina menghadapi berbagai cobaan berat. Salah satunya adalah hukuman penjara selama 10 tahun setelah menempuh 3 bulan pasca-kematian Adjie. Di dalam penjara, ia masih menjalani ibadah secara biasa saja.

“Di dalam sana (penjara) 4 tahun masih biasa-biasa saja, artinya yaudah kalau salat ya salat. Tapi akhirnya ketika saya merasa bahwa saya teriak juga percuma, saya marah juga enggak ada yang terdampak, saya nangis jejeritan juga enggak ada yang peduli,” ceritanya.

Dalam titik terendah hidupnya, Angelina mulai melakukan perenungan mendalam. Ia menyadari bahwa amarah dan kesedihan tidak membawa perubahan berarti. “Terus duit makin hari makin habis, Keanu (anaknya) semakin hari semakin mengerti. Nah, kayaknya di situ akhirnya saya Alhamdulillah ditaruh di sel besar. Saya mulai belajar tahajud,” katanya.

Pertemuan dengan teman satu sel menjadi momentum penting dalam hidupnya. “Saat saya tahajud ternyata ada seseorang teman kamar yang bilang ‘Mbak Angie pengin baca Al-Quran yang benar enggak?’ jadi alhamdulillah ada yang ngajarin, ada yang nuntun,” lanjutnya.

Pertemuan tersebut membuat Angelina merasakan kedekatan spiritual yang selama ini tak ia rasakan. “Pertolongan Allah sungguh dekat dan saya merasakan bahwa Allah tuh dekat banget. Akhirnya, saya merasa bahwa kalau saya dekat Allah juga dekat,” ujarnya.

Sejak saat itu, ia menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Keinginannya untuk menghafal Al-Qur’an pun tumbuh secara alami dari kebiasaan membaca setiap hari.

“Awal menghafal (Al-Quran) ketika di sel, saya baca tiba-tiba pas lagi one day one juz ‘kok saya udah bisa enggak ngeliat Al-Quran’. Bahwa ternyata Al-Quran itu untuk memberi petunjuk, kalau kita jalanin petunjuknya, Allah Rahmati dan Allah kasih kabar gembira,” tutupnya.

Pengalaman hidup Angelina mengajarkan bahwa setiap ujian menyimpan pelajaran berharga. Ia percaya, kedekatan dengan Allah menjadi sumber kekuatan terbesarnya dalam menjalani kehidupan.

Pos terkait