Angelina Sondakh Akui Mualaf Gara-Gara Pria Tampan, Terkejut Saat Adjie Massaid Meninggal

61b7768665400 Angelina Sondakh 1265 711 2
61b7768665400 Angelina Sondakh 1265 711 2

Perjalanan Spiritual Angelina Sondakh: Dari Cinta Hingga Kedekatan dengan Allah

Angelina Sondakh, aktris ternama Indonesia, memiliki kisah perjalanan spiritual yang sangat menarik. Ia mengakui bahwa keputusannya untuk masuk Islam bukanlah karena keyakinan penuh, tetapi lebih dikarenakan cintanya terhadap mendiang suaminya, Adjie Massaid.

Pada masa pernikahannya, Angelina tidak merasa tenang dalam menjalani ibadah. Ia hanya ikut-ikutan saja, tanpa benar-benar memahami makna dari agama yang ia jalani. Bahkan, ia menyebut bahwa ia masuk Islam hanya karena cinta kepada Adjie, yang ia juluki sebagai “cowok ganteng”.

“Yang pasti saya jadi mualaf gara-gara cowok ganteng, gara-gara Mas Adjie Massaid. Tapi pada saat itu ya ikut aja, seikut-ikutnya aja,” ujarnya.

Kehidupan Angelina mulai berubah drastis setelah sang suami meninggal dunia. Adjie meninggal akibat serangan jantung, yang merupakan penyakit kronis yang ia derita selama bertahun-tahun. Meski terlihat bugar dan sempat bermain sepak bola sebelum meninggal mendadak pada 5 Februari 2011 di RS Fatmawati, kematian Adjie menjadi titik balik besar dalam hidup Angelina.

Ujian demi ujian datang silih berganti dalam kehidupannya. Setelah kematian Adjie, Angelina juga menghadapi kasus hukum yang membuatnya harus menjalani hukuman penjara selama 10 tahun. Pada masa awal menjalani hukuman, ia masih menjalani ibadah secara biasa saja.

“Di dalam sana (penjara) 4 tahun masih biasa-biasa saja, artinya yaudah kalau salat ya salat. Tapi akhirnya ketika saya merasa bahwa saya teriak juga percuma, saya marah juga enggak ada yang terdampak, saya nangis jejeritan juga enggak ada yang peduli,” katanya.

Dalam kondisi terpuruk tersebut, Angelina mulai merenungi hidupnya. Ia menyadari bahwa kemarahan dan kesedihan tidak akan mengubah keadaan. Saat itu juga, ia mulai belajar tentang kedekatan dengan Allah.

“Terus duit makin hari makin habis, Keanu (anaknya) semakin hari semakin mengerti. Nah, kayaknya di situ akhirnya saya Alhamdulillah ditaruh di sel besar. Saya mulai belajar tahajud,” katanya.

Pertemuan dengan teman satu sel menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Ia mulai belajar membaca Al-Qur’an dengan benar dan lebih sungguh-sungguh. Pertolongan Allah terasa dekat baginya, dan ia merasakan bahwa Allah begitu dekat.

“Saat saya tahajud ternyata ada seseorang teman kamar yang bilang ‘Mbak Angie pengin baca Al-Quran yang benar enggak?’ jadi alhamdulillah ada yang ngajarin, ada yang nuntun,” lanjutnya.

Sejak saat itu, ia merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia mulai menjalani ibadah dengan hati yang lebih tenang dan penuh kesadaran. Keinginan untuk menghafal Al-Qur’an pun tumbuh perlahan. Ia memulainya dari kebiasaan membaca setiap hari.

“Awal menghafal (Al-Qur’an) ketika di sel, saya baca tiba-tiba pas lagi one day one juz ‘kok saya udah bisa enggak ngeliat Al-Quran’. Bahwa ternyata Al-Quran itu untuk memberi petunjuk, kalau kita jalanin petunjuknya, Allah Rahmati dan Allah kasih kabar gembira,” tutupnya.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Ia percaya bahwa kedekatan dengan Allah menjadi sumber kekuatan terbesarnya.




Pos terkait