Kinerja Gubernur Banten Andra Soni dalam Satu Tahun Kepemimpinan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Muhamad Agil Zulfikar, memberikan respons terhadap satu tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah. Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa selama setahun ini, Andra Soni telah menunjukkan komitmen nyata dalam sektor infrastruktur.
Salah satu program yang dianggap sukses adalah anggaran program Bang-Andra yang mencapai Rp71 miliar pada tahun pertama. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp20 hingga Rp25 miliar. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur di Lebak.
Agil mengungkapkan bahwa saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Lebak, anggaran bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk Kabupaten Lebak hanya berkisar Rp20 hingga Rp25 miliar. Namun, pada tahun pertama Andra Soni menjabat sebagai Gubernur Banten, anggaran penanganan jalan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang-Andra) di Lebak mencapai Rp71 miliar.
“Saya kira ini komitmen beliau sejak kampanye, dengan konsep adil dan merata. Terutama untuk wilayah yang membutuhkan penanganan khusus seperti Lebak dan Pandeglang, beliau memprioritaskan,” ujarnya.
Menurut Agil, meskipun anggaran besar telah dialokasikan, masa satu tahun menjabat sebagai Gubernur Banten tentu belum cukup untuk membenahi seluruh persoalan secara menyeluruh. Karena itu, penanganan masalah di Banten harus dilakukan secara bertahap, terukur, dan konkret.
“Jadi, satu tahun itu belum cukup untuk menarik kesimpulan kondisi Banten secara keseluruhan, karena masih banyak waktu yang tersisa,” katanya.
Agil juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Lebak agar bersama-sama mengawal proses pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni.
“Kami sebagai kader Pak Gubernur memohon doa kepada seluruh masyarakat. Mari bersama-sama mengawal proses pembangunan dan visi misi Pak Gubernur,” pungkasnya.
Program Bang-Andra: Fokus pada Infrastruktur Jalan Desa
Program Bang-Andra merupakan salah satu inisiatif utama yang dijalankan oleh Gubernur Banten Andra Soni. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan desa di wilayah Lebak. Dengan anggaran yang besar, program ini berupaya memperbaiki aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat di daerah tersebut.
Adapun, anggaran Rp71 miliar yang dialokasikan untuk program Bang-Andra hanya mencakup pembangunan jalan desa. Belum termasuk anggaran lainnya yang digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur lainnya di provinsi Banten.
Partai Pendukung dan Dukungan Masyarakat
Pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah memperoleh 3.102.501 suara pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Pasangan ini didukung oleh 10 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Banten Maju, di antaranya Gerindra, PKS, Demokrat, NasDem, PKB, PAN, PPP, PSI, Garuda, dan Prima.
Sebagai politisi Partai Gerindra, Agil menilai bahwa Andra Soni merupakan gubernur pertama yang menggelontorkan anggaran besar untuk penanganan infrastruktur jalan desa di Lebak. Ia menegaskan bahwa tanpa menihilkan kinerja gubernur terdahulu, Andra Soni memiliki konsep yang adil dan merata dalam membagikan anggaran.
Masa Depan Pembangunan di Banten
Meskipun ada peningkatan signifikan dalam pembangunan infrastruktur, Agil menekankan bahwa satu tahun kepemimpinan Andra Soni belum cukup untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di Banten. Oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan terukur.
Ia juga menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mendukung dan mengawal proses pembangunan yang sedang berlangsung. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan visi dan misi Gubernur Banten Andra Soni dapat tercapai secara maksimal.
Kesimpulan
Satu tahun kepemimpinan Andra Soni sebagai Gubernur Banten menunjukkan komitmen yang kuat dalam sektor infrastruktur, khususnya dalam pembangunan jalan desa. Dengan anggaran yang besar, program Bang-Andra menjadi salah satu inisiatif utama yang berhasil meningkatkan kualitas infrastruktur di Lebak.
Namun, meskipun ada kemajuan yang signifikan, Agil menilai bahwa masih banyak waktu yang tersisa untuk menuntaskan seluruh persoalan. Oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Dengan dukungan masyarakat dan partai pendukung, diharapkan Banten akan terus berkembang dan maju.





