Anggota DPR: Agresi AS-Israel ke Iran Buktikan BoP Tak Bawa Damai

Aa1whhma
Aa1whhma

Penyerangan Militer Israel dan AS terhadap Iran Mengungkap Keterlibatan BoP

Agresi militer yang dilakukan oleh Zionis Israel bersama Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Islam Iran menunjukkan ketidakpercayaan global terhadap keberadaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. AS, sebagai negara yang memimpin BoP, dianggap sebagai salah satu pelaku utama dalam upaya membentuk dewan ini. Dewan tersebut sebelumnya diklaim sebagai organisasi yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian di kawasan Gaza, Palestina, dan Israel.

Anggota DPR Indonesia, TB Hasanuddin, menyatakan bahwa penyerangan militer terbuka terhadap Iran mengungkap sifat asli dari Israel dan AS, yang merupakan anggota sekaligus pemimpin BoP. Ia menilai bahwa tindakan agresif ini menunjukkan bahwa pembentukan BoP hanya sekadar pepesan kosong yang tidak memiliki niat nyata untuk menciptakan perdamaian di Bumi Palestina.

“Dari kejadian ini, kita menjadi semakin yakin bahwa BoP tidak benar-benar memiliki misi yang tulus untuk perdamaian. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang akan semakin meluas,” ujar Hasanuddin dalam pernyataannya.

Menurut Hasanuddin, serangan militer Israel-AS terhadap Iran bukanlah kejadian biasa. Justru, ambisi perang untuk menghancurkan kepemimpinan Ayatullah Ali Khamenei oleh Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dianggap sebagai bahan bakar baru yang akan terus “membakar” situasi di kawasan Timur Tengah. Hal ini juga berdampak langsung pada upaya menciptakan perdamaian di Palestina yang selama ini diumandangkan oleh BoP.

“Kita harus menyimpulkan bahwa Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, yang merupakan pemimpin dan anggota BoP, tidak memiliki niat sungguh-sungguh untuk membuat perdamaian di Palestina dan Timur Tengah. Kondisi saat ini membuat kita semakin meragukan misi perdamaian yang selama ini diklaim melalui BoP,” tambah Hasanuddin.

Pemerintah Indonesia Diminta Tegas

Terkait perang AS bersama Israel terhadap Iran yang sudah terjadi saat ini, TB Hasanuddin mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan sikap yang jelas. Indonesia selama ini menganut paham konstitusional yang menolak segala bentuk agresi dan penjajahan serta mendukung perdamaian dunia.

“Presiden dan atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh selama ini tentang isu-isu perdamaian di Timur Tengah,” kata Hasanuddin.

Ia menilai bahwa keanggotaan Indonesia dalam BoP yang sudah ada dapat menjadi kanal aktivasi dalam mengambil peran atas situasi saat ini. Pujian setinggi langit terhadap Presiden Prabowo dalam lawatan-lawatan diplomasinya ke banyak negara selama ini, harus menjadi modal yang kuat untuk terlibat langsung dalam upaya penghentian agresi terhadap negara-negara berdaulat yang dilakukan AS maupun Zionis Israel.

“Melalui partisipasi dalam BoP, sudah saatnya aktivisme diplomasi kita (Indonesia) yang aktif dalam bulan-bulan terakhir ini, menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau malah masih jauh panggang dari api,” ujar TB Hasanuddin.

Pos terkait