Anggota DPRD Kaltara Temukan Produk Tarakan di Bali

Img 20240823 Wa0037
Img 20240823 Wa0037

Fenomena Miris: Produk UMKM Lokal Justru Lebih Mudah Ditemukan di Luar Daerah

Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Adinata Kusuma, mengungkapkan kekecewaannya terhadap fenomena yang terjadi di wilayahnya. Ia menemukan bahwa produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asli Tarakan justru lebih mudah ditemukan di Bali daripada di daerah asalnya sendiri.

“Saya pribadi justru bertemu banyak produk UMKM asli Tarakan saat berada di Bali. Tapi di Kaltara sendiri malah tidak dipasarkan,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).

Adinata Kusuma menyoroti pentingnya upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan produk lokal. Ia menilai bahwa selama ini, bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM cenderung bersifat formalitas, bukan bimbingan intensif hingga tingkat akar rumput.

“Sebagai anggota DPRD Kaltara, saya mendesak OPD terkait memberikan bimbingan intensif kepada para pelaku UMKM di Kaltara,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar produk lokal dipasarkan secara masif di daerah sendiri. Tujuannya adalah agar masyarakat Kaltara bisa menjadi agen promosi saat berkunjung ke luar daerah.

“Jadi ini masalah klasik sebenarnya yang harus didorong,” tambahnya.

Permasalahan Permodalan dan Legalitas

Adinata turut menyoroti permasalahan permodalan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kaltara. Berdasarkan diskusi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), ia menyebut bahwa pelaku usaha masih menghadapi kendala terkait legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akses permodalan.

“Masalah ini juga menjadi atensi kami,” ujarnya.

Ia berharap agar Raperda Perlindungan Koperasi dan UMKM selesai tahun ini untuk memberi kemudahan nyata bagi pengusaha lokal. Dengan adanya regulasi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar dalam maupun luar negeri.

Pentingnya Pemasaran Produk Lokal

Menurut Adinata, pemasaran produk lokal harus dimulai dari daerah sendiri. Dengan demikian, masyarakat akan lebih memahami nilai dan kualitas produk yang ada di wilayahnya.

“Perlu dipasarkan secara masif di daerah kita dulu. Supaya kalau kita keluar daerah, kita tahu apa yang harus dipromosikan, bahwa Tarakan punya produk unggulan ini,” tutupnya.

Langkah yang Harus Diambil

Untuk menciptakan perubahan, beberapa langkah strategis perlu dilakukan:

  • Peningkatan Edukasi dan Pelatihan: Pelaku UMKM perlu diberikan pelatihan tentang manajemen bisnis, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya.
  • Kolaborasi dengan Stakeholder: Pemerintah daerah harus bekerja sama dengan organisasi seperti HIPMI dan lembaga pendidikan untuk memperkuat dukungan kepada UMKM.
  • Penguatan Infrastruktur Digital: Membangun platform digital yang memudahkan pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka secara online.
  • Peningkatan Akses Permodalan: Memastikan bahwa pelaku UMKM memiliki akses yang lebih mudah ke modal usaha melalui skema kredit atau program pemerintah.


Pos terkait