Angka kemiskinan Sumut masuk 10 terendah, tantangan bagi Pemprov

Tahun 2022 Pemprov Sumut Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan 1 E1674098813189 1
Tahun 2022 Pemprov Sumut Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan 1 E1674098813189 1

Angka Kemiskinan di Sumut Lebih Rendah Dibanding Nasional

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Sumatera Utara (Sumut) tercatat lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan nasional. Angka ini menempatkan Sumut pada posisi ke-17 terendah secara nasional.

Persentase kemiskinan di Sumut mencapai 7,24 persen, sementara angka kemiskinan nasional berada di kisaran 8,25 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun masih ada tantangan, upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Sekretaris Dinas Sosial Sumut, Fachrizal Nasution, menyampaikan bahwa secara nasional, angka kemiskinan di Sumut tidak masuk dalam 10 besar tertinggi. Ia menjelaskan bahwa saat ini angka kemiskinan di Sumut sebesar 7,24 persen, yang menempatkannya di posisi ke-17 terendah secara nasional.

Tantangan yang Masih Ada

Meski angka kemiskinan Sumut berada di posisi yang relatif baik, pengamat sosial Sumut, Suryadi, menilai bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Pemprov Sumut dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa meskipun tidak berada di posisi terendah, angka tersebut menunjukkan perlunya peningkatan upaya dalam penanganan kemiskinan.

Menurutnya, penting untuk melihat data secara menyeluruh dan memastikan bahwa program-program yang diterapkan dapat efektif dalam mengurangi angka kemiskinan. Jika tren kemiskinan menurun, itu merupakan kabar baik yang menunjukkan keberhasilan program pemerintah dan masyarakat. Namun, jika angka meningkat, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap masalah struktural yang mungkin terjadi.

Perbaikan Data Bantuan Sosial

Salah satu hal yang perlu diperbaiki adalah data bantuan sosial. Suryadi menyarankan agar pemerintah melakukan audit terhadap penerima bantuan sosial untuk memastikan bahwa bantuan dapat diberikan secara merata dan tepat sasaran. Hal ini meliputi verifikasi dan validasi penerima bansos serta pemantauan terhadap distribusi bantuan.

Peningkatan Program untuk Menurunkan Kemiskinan

Selain itu, Suryadi menekankan perlunya peningkatan program-program yang dapat menurunkan angka kemiskinan. Salah satunya adalah program pendidikan dan pelatihan. Program ini bisa difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap menghadapi pasar kerja.

Beberapa program yang telah diterapkan oleh Pemprov Sumut juga telah memberikan dampak positif. Misalnya, program makro masyarakat produktif yang dikelola oleh Dinas Sosial Sumut. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada warga Desil I, II, dan III. Pelatihan yang diberikan meliputi keterampilan memasak, membuka usaha pangkas rambut, dan lain-lain.

Program Kelompok Usaha Bersama

Selain program individu, terdapat juga program kelompok usaha bersama. Berbeda dengan program pertama yang ditujukan untuk individu, program ini ditujukan untuk kelompok. Penerima bantuan dari program ini diajukan oleh kabupaten/kota dengan syarat terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada tahun 2026, kedua program tersebut akan terus berlanjut. Bantuan dan pelatihan yang direncanakan akan diberikan meliputi alat pertanian, alat pertukangan bangunan, peralatan menjahit, peralatan cucian mobil, peralatan perbengkelan sepeda motor, peralatan cukur dan pangkas, alat salon wanita, dan peralatan pembuatan kue.


Pos terkait