Anomali United Dihancurkan BFC: Strategi Pertahanan Munster Efektif

Aa1xjlip 1
Aa1xjlip 1



Bali, Tangerang – Dewa United terlihat kecewa setelah menjamu Bhayangkara FC (BFC) di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, kemarin (1/3) malam. Meskipun bermain di hadapan pendukung sendiri, Dewa United kalah dari Bhayangkara FC dengan skor 0–2.

Dua gol yang dicetak oleh The Guardian, julukan BFC, datang dari Moussa Sidibe melalui titik putih pada menit ke-43 dan Bernard Doumba di menit ke-59. Meski kalah, Dewa United mencatatkan statistik yang menawan selama pertandingan.

Menurut data yang dirilis Liga1match, Dewa United mendominasi laga dengan penguasaan bola sebesar 70 persen, sementara BFC hanya 30 persen. Dominasi ini membuat Egy Maulana Vikri dan rekan-rekannya mencatatkan banyak peluang. Mereka melepaskan 13 kali tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang Aqil Savik.

Di sisi lain, Bhayangkara FC hanya melepaskan sembilan kali tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang Sony Steven. Fakta ini menunjukkan bahwa Dewa United menguasai permainan sepanjang laga.

Pemain Dewa United juga mencatatkan 669 kali passing, dengan 596 di antaranya sukses dan akurasinya mencapai 90 persen. Sementara itu, Bhayangkara FC hanya melakukan 330 kali passing, 267 di antaranya berhasil dengan akurasi 80 persen.

Dominasi Dewa United terlihat juga dari jumlah chances created, yaitu lima kali, sedangkan Bhayangkara FC hanya tiga kali. Chances created adalah metrik yang menghitung total gabungan antara assist dan key passes (umpan kunci). Secara sederhana, seorang pemain tercatat menciptakan peluang apabila ia memberikan umpan terakhir yang langsung memicu terjadinya tembakan ke arah gawang.

Selain itu, Dewa United juga unggul dalam touches in opp.box, dengan mencatatkan 40 kali peluang, sementara Bhayangkara FC hanya 22 kali. Touches in opp.box adalah statistik yang menghitung berapa kali seorang pemain menyentuh bola di dalam area penalti tim lawan selama pertandingan.

Dominasi Dewa United juga terlihat dari passes to final third, yaitu 84 kali, sementara Bhayangkara FC hanya 22 kali. Passes to final third adalah statistik yang menghitung jumlah operan sukses yang dikirimkan oleh seorang pemain dari area pertahanan atau tengah lapangan masuk ke wilayah sepertiga akhir lapangan lawan.

Dari sisi teknis, Bhayangkara FC hanya unggul di sektor pertahanan dengan mencatatkan 18 kali tekel, 31 kali intersep, dan 19 kali sapuan. Lini pertahanan Dewa United melakukan 18 kali tekel, 26 kali intersep, dan tujuh kali sapuan.

Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun permainan terbuka Dewa United gagal menjebol gawang Bhayangkara FC yang cenderung bermain negatif, anak asuh Paul Munster bermain lebih cerdik dan efektif, meski berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Pos terkait