Perkembangan Terkini dalam Dunia Chatbot Kecerdasan Buatan
Di tengah persaingan ketat di dunia chatbot kecerdasan buatan, Anthropic PBC mengambil langkah signifikan dengan membuka fitur memori untuk pengguna gratis Claude. Langkah ini dilakukan di tengah lonjakan pengguna dan tekanan politik di Amerika Serikat.
Fitur memori yang sebelumnya hanya tersedia bagi pelanggan berbayar kini bisa diakses oleh pengguna gratis. Fitur ini memungkinkan Claude untuk mengingat konteks selama percakapan, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna. Hal ini juga menjadi respons terhadap dukungan publik yang diterima perusahaan setelah menolak menggunakan teknologinya untuk kepentingan militer AS.
Sebagai perbandingan, pesaing seperti OpenAI telah lebih dulu menyediakan fitur serupa pada chatbot mereka, ChatGPT. Dengan penambahan fitur ini, Anthropic berusaha meningkatkan daya tarik produknya kepada pengguna umum.
Kemudahan Perpindahan Pengguna
Selain itu, Anthropic juga mempermudah proses perpindahan pengguna dari chatbot lain ke Claude. Mereka menyediakan cara sederhana untuk mengimpor riwayat percakapan dari chatbot seperti ChatGPT melalui teknik salin-tempel. Ini akan memudahkan pengguna yang ingin beralih ke Claude tanpa harus mengulang percakapan dari awal.
Langkah ini diambil saat perusahaan menghadapi sorotan tajam dari pemerintah AS. Anthropic berselisih dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat terkait potensi penggunaan teknologinya untuk pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom.
Pada Jumat lalu, Presiden Donald Trump bahkan memerintahkan lembaga pemerintah AS untuk menghapus Claude dari sistem mereka. Pentagon menyatakan bahwa teknologi Anthropic dianggap sebagai risiko, yang dapat mengganggu prospek bisnis perusahaan tersebut.
Lonjakan Minat Pengguna
Di sisi lain, Anthropic mengklaim terjadi lonjakan minat terhadap layanan mereka. Jumlah pengguna aktif gratis Claude meningkat lebih dari 60%, sementara pendaftaran harian naik empat kali lipat sejak Januari. Kondisi ini bahkan disebut sebagai penyebab terjadinya gangguan layanan kemarin.
Sementara itu, pesaing terdekatnya, OpenAI, mengumumkan bahwa model AI mereka akan ada di jaringan rahasia Departemen Pertahanan. Kebijakan ini memicu sebagian pengguna menyerukan boikot terhadap ChatGPT.
OpenAI dan Militer AS
Dalam kesempatan terpisah, CEO OpenAI Sam Altman menyebut langkah perusahaannya menjalin kesepakatan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dilakukan secara terburu-buru dan tampak oportunistik serta ceroboh.
Pernyataan ini disampaikan Altman melalui unggahan di platform X pada 3 Maret 2026. Ia mengatakan bahwa OpenAI sedang bekerja sama dengan Departemen Pertahanan untuk menambahkan sejumlah klausul dalam perjanjian agar prinsip-prinsip perusahaan dinyatakan secara tegas.
Menurut Altman, klausul tambahan mencakup komitmen bahwa teknologi kecerdasan buatan OpenAI tidak akan digunakan untuk pengawasan domestik terhadap warga Amerika Serikat. Ia juga menyebut badan intelijen seperti Badan Keamanan Nasional tidak dapat bergantung pada layanan OpenAI.
Pernyataan tersebut muncul setelah pada Jumat malam, Altman mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan militer Amerika Serikat menggunakan model AI OpenAI di jaringan rahasianya. Langkah ini terjadi setelah konfrontasi antara Pentagon dan pesaing OpenAI, Anthropic, yang menuntut agar teknologinya tidak digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika maupun penyebaran senjata otonom.
Dalam unggahannya, Altman mengakui proses pengumuman dilakukan terlalu cepat. “Seharusnya kita tidak terburu-buru merilis ini pada hari Jumat,” tulisnya. “Masalahnya sangat kompleks, dan membutuhkan komunikasi yang jelas.” Ia juga menilai situasi tersebut sebagai pengalaman pembelajaran bagi perusahaan yang berbasis di San Francisco itu.





