Penambahan Fasilitas untuk Memperkuat Operasional Selama Ramadan
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menambah dua unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di Area Terminal Support Tanjung Priok. Tujuan dari penambahan ini adalah untuk memperkuat kapasitas produksi dan fleksibilitas dalam penanganan peti kemas di lapangan penumpukan lini 2. Dengan adanya alat baru tersebut, proses keluar-masuk barang (receiving/delivery) diharapkan lebih cepat sekaligus mencegah penumpukan saat arus barang melonjak.
Pada periode Ramadan, IPC TPK mulai memperkuat kesiapan operasional dan fasilitas terminal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan volume barang konsumsi masyarakat. Perusahaan fokus menjaga produktivitas terminal agar distribusi logistik nasional tetap berjalan tepat waktu. Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK, menegaskan bahwa seluruh lini pelayanan akan dipastikan bekerja optimal sepanjang bulan suci tersebut.
Pengaturan Jadwal Kerja dan Perawatan Alat Secara Berkala
Selain menambah fasilitas fisik, IPC TPK menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel dan mempererat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di pelabuhan. Perusahaan juga memanfaatkan waktu luang saat tidak ada aktivitas kapal (golden time) untuk melakukan perawatan rutin pada peralatan. Stok suku cadang pun dipastikan aman agar tidak ada kendala teknis yang mengganggu operasional.
Di sisi lain, pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperketat guna menjamin keamanan petugas lapangan. Penguatan operasional bertujuan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tidak terhambat di terminal dan rantai logistik tetap terjaga.

Memastikan Kelancaran Rantai Pasok Nasional
Melalui kombinasi penambahan fasilitas dan pengaturan kerja yang intensif, IPC TPK memastikan untuk menjaga kelancaran rantai pasok nasional sepanjang Ramadan tahun ini. Anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas itu mengelola layanan peti kemas profesional di enam wilayah, yakni Tanjung Priok (Jakarta), Pontianak, Panjang (Lampung), Palembang, Teluk Bayur (Padang), dan Jambi.
“Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tidak terkendala di sisi terminal. Seluruh kesiapan operasional telah kami perkuat agar arus logistik nasional tetap terjaga,” tutur Pramestie.

Strategi Efisiensi dalam Operasional Logistik
Arus petikemas IPC TPK mengalami kenaikan sebesar 6,82 persen, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam sektor logistik. Meningkatnya permintaan barang selama Ramadan memicu upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Dengan penambahan fasilitas dan peningkatan koordinasi antar pihak, IPC TPK berupaya memastikan bahwa distribusi barang tetap lancar.
Selain itu, IPC Petikemas juga melakukan pengaturan ulang operasional pelabuhan untuk menyesuaikan dengan fluktuasi kebutuhan masyarakat. Dalam tahun 2025, IPC TPK mencatat lonjakan bongkar muat sebesar 3,59 juta TEUs, yang menjadi indikasi kuat bahwa sektor logistik semakin bergairah dan siap menghadapi tantangan di masa depan.





