Antisipasi Pengemis dan Hiburan Maksiat, Patroli Satpol PP di Bulan Ramadan

202303250918 Main.cropped 1679710699 1
202303250918 Main.cropped 1679710699 1

Penertiban Ramadan di Kota Medan

Selama bulan suci Ramadan, aktivitas di Kota Medan mengalami perubahan signifikan. Selain peningkatan kegiatan ibadah, muncul pula fenomena lain seperti pengemis dadakan yang sering ditemukan di persimpangan jalan, rumah ibadah, hingga tempat hiburan malam yang berusaha tetap beroperasi secara diam-diam.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan melakukan pengawasan rutin dan patroli ke berbagai titik selama Ramadan 2026. Petugas tidak hanya memantau aktivitas tempat hiburan malam, tetapi juga melakukan inspeksi acak terhadap peredaran minuman beralkohol di sejumlah kafe. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar ketertiban umum tetap terjaga selama bulan puasa.

“Langkah ini merupakan bagian dari program penertiban Ramadan yang difokuskan pada upaya menjaga suasana ibadah tetap kondusif di Kota Medan,” ujar Kasatpol PP Medan, M Yunus, Minggu (1/3/2026).

Petugas melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang biasanya menjadi pusat aktivitas hiburan malam. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pengelola usaha mematuhi aturan yang berlaku selama Ramadan. Selain itu, fenomena pengemis musiman juga menjadi fokus utama. Setiap tahun, jumlah pengemis di persimpangan jalan dan kawasan ramai cenderung meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

“Tidak sedikit di antaranya merupakan pendatang yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk mencari keuntungan dengan cara meminta-minta,” ujar salah satu personel Satpol PP.

Satpol PP menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, termasuk praktik meminta-minta di jalanan. Penertiban juga menyasar peredaran minuman beralkohol yang dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengawasan ini dilakukan secara rutin selama Ramadan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. “Petugas juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga ketertiban lingkungan. Tanpa dukungan warga, pengawasan dinilai tidak akan berjalan maksimal,” kata M Yunus.

Satpol PP berharap pengelola tempat hiburan malam dapat mematuhi ketentuan yang berlaku sebagai bentuk toleransi terhadap sesama warga di bulan suci Ramadan. “Dengan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap Ramadan di Kota Medan dapat berlangsung lebih tertib, tidak hanya di masjid dan pusat ibadah, tetapi juga di jalanan dan ruang-ruang publik,” pungkasnya.

Fokus Penertiban Ramadan

Berikut beberapa fokus utama dalam penertiban Ramadan oleh Satpol PP Medan:

  • Pengawasan tempat hiburan malam

    Petugas melakukan patroli rutin ke berbagai lokasi yang dikenal sebagai pusat aktivitas hiburan malam. Tujuannya adalah untuk memastikan pengelola usaha mematuhi aturan yang berlaku selama Ramadan.

  • Peredaran minuman beralkohol

    Inspeksi acak dilakukan terhadap kafe dan tempat-tempat lain yang dikhawatirkan menyediakan minuman beralkohol. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • Pengemis musiman

    Fenomena pengemis yang meningkat selama Ramadan menjadi perhatian khusus. Petugas berupaya untuk menangani kasus-kasus meminta-minta di jalanan secara tegas.

  • Keterlibatan masyarakat

    Petugas mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga ketertiban lingkungan. Dukungan dari warga sangat penting dalam menjalankan pengawasan yang efektif.

Tindakan Tegas Terhadap Pelanggaran

Satpol PP menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran akan ditangani dengan tegas. Termasuk praktik meminta-minta di jalanan dan peredaran minuman beralkohol. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Ramadan di Kota Medan dapat berlangsung dengan lancar dan damai.


Pos terkait