Antusias Warga Tukar Uang Baru di Medan, Antrian Online Lebih Melelahkan

Uang Baru 169 1
Uang Baru 169 1

Antrean Penukaran Uang Baru di Masjid Aljihad Medan

Hari pertama termin kedua penukaran uang baru di Masjid Aljihad terlihat lebih lancar dibandingkan antrean saat berburu kuota secara daring yang bisa memakan waktu hingga lebih dari empat jam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga yang ingin mendapatkan pecahan rupiah baru untuk kebutuhan Lebaran sudah mengantre sejak pukul 08.00 WIB, Senin (2/3/2026). Sejak pagi, masyarakat terlihat mengantre dengan tertib di area masjid. Meski harus meluangkan waktu, antusiasme warga tidak surut demi membawa pulang uang baru yang akan dibagikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR).

Yulia Imania Saragih (25), warga Setia Budi Medan, mengaku senang karena berhasil mendapatkan uang baru pada termin kedua ini. Menurutnya, suasana Lebaran terasa kurang lengkap tanpa berbagi THR menggunakan uang pecahan baru.

“Lebaran itu rasanya tidak afdol kalau tidak bagi-bagi THR pakai uang baru. Jadi memang diniatkan untuk ikut war supaya dapat kuota,” ujarnya. Yulia menuturkan, jika proses penukaran di lokasi relatif cepat selama antrean tidak terlalu panjang. Namun, perjuangan mendapatkan kuota secara daring justru lebih menguras waktu dan tenaga.

“Kalau antrenya tidak lama, kemarin war untuk bisa dapat kuota itu yang luar biasa menguras waktu ya,” ungkapnya. Meski demikian, ia menilai sistem tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena lebih tertata dan meminimalisir antrean panjang di lokasi.

Hal senada disampaikan Dea (25), warga Binjai, yang rela datang ke Medan demi menukarkan uang baru. Ia bahkan sempat gagal pada termin pertama, namun tidak menyerah dan kembali mencoba di termin kedua.

“Meskipun gagal di termin pertama, tetap coba lagi. Nunggu kuotanya sampai empat jam lebih,” katanya. Dea menyebut, tantangan terbesar bukan saat proses penukaran di lokasi, melainkan saat berburu kuota secara daring.

“War kuotanya yang butuh kesabaran tingkat dewa ya, kalau nukarnya ke lokasi sebentar aja,” tukasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan warga datang sesuai jadwal yang telah ditentukan setelah berhasil mendapatkan kuota. Petugas tampak mengarahkan alur antrean agar tetap tertib dan lancar. Dengan meningkatnya kebutuhan uang pecahan baru menjelang Idulfitri, layanan penukaran seperti ini menjadi momen yang dinanti masyarakat setiap tahunnya.

Pengalaman Warga Saat Mencari Kuota

Beberapa warga mengungkapkan pengalaman mereka dalam mencari kuota penukaran uang baru. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa proses online sangat melelahkan dan memakan waktu cukup lama. Bahkan, ada yang menghabiskan waktu hingga empat jam hanya untuk mendapatkan kuota.

  • Yulia Imania Saragih (25) mengatakan bahwa meskipun antrean di lokasi tidak terlalu panjang, proses pencarian kuota secara daring lebih melelahkan. Ia merasa bahwa sistem tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Dea (25) mengungkapkan bahwa ia gagal mendapatkan kuota di termin pertama, tetapi tidak menyerah dan mencoba lagi di termin kedua. Ia mengatakan bahwa tantangan terbesar adalah saat mencari kuota secara daring, bukan saat penukaran di lokasi.

Kesiapan Petugas dan Antrean

Petugas di lokasi tampak bekerja dengan baik untuk memastikan antrean tetap tertib dan lancar. Mereka memberikan panduan kepada warga agar tidak terjadi kerumunan atau kebingungan. Hal ini menunjukkan bahwa pihak penyelenggara telah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru menjelang Lebaran, layanan penukaran uang seperti ini menjadi sangat penting. Masyarakat sangat menantikan momen ini setiap tahunnya, karena merupakan bagian dari tradisi dan persiapan menyambut hari raya.


Pos terkait