Lorong Waktu 2 Kembali Hadir dengan Perubahan dan Eksplorasi Baru
Lorong Waktu kembali hadir di layar kaca lewat sekuel terbarunya yang berjudul Lorong Waktu 2. Sinetron ini menjadi kelanjutan dari Lorong Waktu (2025), yang merupakan versi regenerasi dari sinetron legendaris yang pertama kali ditayangkan pada tahun 1999. Sejak pertama kali tayang, sinetron ini telah menjadi salah satu tayangan yang sangat dikenal dan membekas di hati masyarakat Indonesia.
Diproduksi oleh Deddy Mizwar, yang juga dikenal sebagai kreator Para Pencari Tuhan (PPT), muncul pertanyaan apakah Lorong Waktu akan memiliki cerita panjang yang berjilid-jilid seperti PPT? Apa jawaban Deddy Mizwar mengenai hal tersebut?
Cerita Lorong Waktu Tidak Akan Berjilid-Jilid Seperti PPT
Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, Deddy Mizwar mengungkapkan bahwa Lorong Waktu belum tentu akan dibuat panjang berjilid-jilid seperti Para Pencari Tuhan. Salah satu alasan utamanya adalah karena keterbatasan cerita yang berkaitan dengan perkembangan usia para tokohnya, terutama karakter anak-anak yang sejak awal menjadi daya tarik utama sinetron tersebut.
“Belum tentu juga. Sinetron ini mengikuti kisah anak-anak kecil, yang kemudian sudah gede. Kita mesti cari tokoh lain lagi,” kata Deddy Mizwar saat dijumpai di production house-nya yang berlokasi di kawasan Jakarta Timur.
Menurut produser yang akrab disapa Pak Haji tersebut, seiring bertambahnya usia para karakter, maka pendekatan cerita juga perlu diubah agar tetap relevan.
Alasan Regenerasi Lorong Waktu: Teknologi yang Semakin Canggih
Dalam wawancara yang berjalan santai setelah waktu berbuka puasa, Pak Haji juga berbagi cerita mengenai latar belakang keputusannya untuk melanjutkan kembali kisah Lorong Waktu ini setelah lebih dari dua dekade.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan zaman, khususnya kemajuan teknologi yang semakin canggih, menjadi salah satu faktor pendorong untuk menghadirkan kembali sekuel terbaru sinetron tersebut kepada penonton. Perubahan ini dinilai membuka ruang eksplorasi cerita yang lebih relevan dengan kondisi saat ini, tanpa meninggalkan pesan moral dan nilai religi yang menjadi ciri khasnya sejak awal.
“Ada lompatan teknologi. Labnya tadinya kan sederhana, pake panel-panel. Sekarang semuanya digital. Ada tempat bertanya lagi. AI kan?” ungkap Deddy Mizwar.
Ia melanjutkan, “Tetapi di balik semua itu, tetap teknologi punya keterbatasan karena ada yang maha mengetahui. Dia cuma tau, tapi tidak maha mengetahui.”

Menambah Unsur Romantisme untuk Menarik Generasi Z
Untuk menjangkau penonton yang lebih luas, terutama generasi muda seperti Gen Z, Deddy Mizwar pun mempertimbangkan penambahan unsur romantisme dalam cerita terbaru Lorong Waktu. Dinamika percintaan di antara karakter yang kini telah beranjak dewasa ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri yang membuat ceritanya menjadi semakin menarik untuk disaksikan.
“Sekarang ada bumbu percintaan kan ustaz Zidannya. Ada unsur romantism yang membuat penonton remaja juga jadi gereget,” ungkap Pak Haji sambil tertawa kecil.
Kendati demikian, Pak Haji menegaskan bahwa pengembangan elemen romansa tersebut tetap dirancang tanpa menghilangkan identitas Lorong Waktu.






