Apel Bulanan Ramadhan: Bupati Bandung Tekankan Stabilitas Harga, Pangan, dan Disiplin ASN

Pentingnya Stabilitas Harga dan Kedisiplinan ASN dalam Perayaan Ramadhan

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atau yang akrab disapa Kang DS, menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta kedisiplinan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel bulanan di Lapangan Upakarti, Soreang, pada Senin 2 Maret 2026. Acara ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

“Saya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memastikan ketersediaan bahan pangan aman dan harga tetap stabil. Lakukan operasi pasar murah, perketat pengawasan, dan koordinasikan dengan distributor. Jangan sampai masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan Ramadhan,” ujarnya dengan tegas.

Memasuki pekan kedua Ramadan dan menjelang Idulfitri, Bupati Bandung meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat mengantisipasi potensi kenaikan harga dan gangguan distribusi bahan pokok. Sebagai langkah konkret, Pemkab Bandung akan menggelar Pasar Ramadhan 1447 Hijriah pada 5–8 Maret 2026 di Plaza Upakarti.

“Pasar Ramadhan ini harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Percepatan Infrastruktur dan Penanganan Sampah

Di sektor pembangunan, percepatan infrastruktur dan penanganan sampah menjadi perhatian serius. Menurutnya, pembangunan tidak boleh melambat meski ASN tengah menjalankan ibadah puasa.

“Kita tidak boleh kendor meskipun sedang berpuasa. Justru Ramadan harus menjadi penguat komitmen dan semangat kita dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan,” ujar Kang DS.

Ia menambahkan, infrastruktur yang baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara penanganan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Kedisiplinan ASN Harus Dijaga

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Bupati Bandung juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar disiplin dan responsif dalam menyiapkan dokumen serta data pendukung, terutama saat pemeriksaan BPK RI. Hal tersebut merupakan pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 2025.

“Saya mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk responsif dan menyiapkan seluruh dokumen serta data secara lengkap dan tepat waktu. Jangan sampai terjadi keterlambatan atau kendala administratif karena ini menyangkut kredibilitas dan integritas Pemerintah Kabupaten Bandung,” kata Kang DS tegas.

Capaian Positif dan Tantangan Ekonomi Global

Memasuki satu tahun pertama kepemimpinan Dadang Supriatna – Ali Syakieb periode 2025–2030, Kang DS menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atas kerja sama yang solid. Ia menyebut sejumlah indikator kinerja menunjukkan capaian positif, salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung yang kini mencapai 75,58 poin.

“IPM kita sudah mencapai 75,58 poin. Ini dilihat dari hasil angka harapan hidup 75,70 tahun, rata-rata lama sekolah 9,4 tahun, dan daya beli masyarakat sebesar Rp11,61 juta per kapita. Ini adalah hasil kerja keras kita semua,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyinggung situasi global saat ini yang berpotensi berdampak pada ekonomi daerah.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap situasi global yang sedang memanas. Dampaknya bisa kita rasakan melalui kenaikan harga komoditas dan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Maka, kita harus siap mengantisipasinya di tingkat daerah,” ujar Kang DS lagi.

Momentum untuk Meningkatkan Kinerja

Mengakhiri arahannya, ia pun mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kedisiplinan kerja dalam memberikan pelayanan publik.

“Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kinerja, dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutur Bupati Bandung mengakhiri.


Pos terkait