Proyeksi Pertumbuhan Pusat Perbelanjaan Selama Ramadan dan Lebaran
Jakarta — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan pertumbuhan kinerja pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Lebaran tahun ini sebesar 5% hingga 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Proyeksi ini didasarkan pada kombinasi faktor musiman dan kondisi ekonomi yang stabil sejak awal tahun.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyebutkan bahwa beberapa pendorong konsumsi muncul secara bersamaan, seperti kenaikan upah minimum, perayaan Tahun Baru Imlek, pembagian bonus perusahaan, serta pencairan tunjangan hari raya (THR). Ia optimis bahwa momentum tersebut akan membawa hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ramadan dan Idulfitri tahun ini diharapkan bisa lebih baik karena momentum penting ada di triwulan I. Prediksi kami berada di kisaran 5% sampai 10%. Mudah-mudahan bisa mencapai 10%,” ujarnya.
Selain faktor musiman, APPBI juga menaruh harapan pada kebijakan pemerintah. Insentif dan stimulus dianggap dapat memperkuat daya beli masyarakat. Namun, Alphonzus mengingatkan bahwa kebijakan sementara tidak cukup untuk menopang konsumsi dalam jangka panjang.
Menurutnya, diperlukan pergeseran pendekatan dari stimulus sporadis menjadi strategi yang lebih berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong penciptaan permintaan, bukan hanya sekadar memperbesar pasokan.
“Jika ingin pertumbuhan ekonomi lebih dari 5%, bahkan lebih dari 6%, harus ada terobosan. Strateginya perlu bergeser dari supply mode ke demand mode,” jelasnya.
Langkah Taktis Pusat Perbelanjaan
Pusat perbelanjaan telah menyiapkan beberapa langkah taktis untuk memaksimalkan momentum Ramadan dan Lebaran. Berikut adalah beberapa strategi yang dilakukan:
-
Memperbanyak program tematik
Program-program seperti pertunjukan budaya, musik, dan hiburan keluarga yang sesuai dengan suasana Lebaran diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Aktivitas ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang unik dan menarik bagi pengunjung. -
Meningkatkan promosi belanja
Skema promo tidak hanya terbatas pada diskon harga, tetapi juga meliputi bundling, hadiah langsung, dan program loyalitas. Strategi ini bertujuan untuk mendorong transaksi dan memberikan pengalaman belanja yang berbeda dibandingkan dengan kanal daring yang semakin agresif. -
Memprioritaskan dekorasi tematik
Sejumlah pusat perbelanjaan memprioritaskan dekorasi yang sesuai dengan tema Lebaran. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga daya tarik mal sebagai destinasi rekreasi sekaligus tempat belanja keluarga.
Perubahan Pola Konsumsi
Meski optimis dengan proyeksi pertumbuhan, APPBI juga mencermati adanya pergeseran pola konsumsi, terutama di kalangan menengah bawah. Meskipun masyarakat masih berkunjung ke pusat perbelanjaan, mereka lebih selektif dalam memilih produk. Preferensi cenderung mengarah pada barang dengan harga satuan yang lebih rendah atau lebih terjangkau.
“Yang berubah adalah pola belanjanya. Konsumen cenderung memilih produk dengan unit price yang kecil,” kata Alphonzus.





