Arsenal Kuasai Corner, Kalahkan Chelsea 2-1 dan Jauhi Poin Man City

Aa1xjint
Aa1xjint



Arsenal Mengamankan Kemenangan Dramatis atas Chelsea dalam Derbi London Utara

Laga derbi London Utara antara Arsenal dan Chelsea berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk The Gunners. Pertandingan yang digelar di Stadion Emirates, Senin (2/3/2026) dini hari WIB, menjadi momen penting bagi tim asuhan Mikel Arteta. Kemenangan ini memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Liga Primer dengan 64 poin dari 29 pertandingan, unggul lima angka atas Manchester City yang masih memiliki satu laga lebih sedikit.

Meski laga tidak terlalu indah, tensi tinggi dan detik-detik akhir membuat jantung penonton berdebar. Namun bagi Arsenal, tiga poin menjadi prioritas utama dalam perburuan gelar liga pertama sejak 2004.

Gol Pembuka dari Skema Bola Mati

Arsenal membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui skema bola mati andalan mereka. Sepak pojok Bukayo Saka disambut oleh duel udara di kotak penalti, dan William Saliba berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini menunjukkan keunggulan Arsenal dalam situasi sepak pojok yang selama ini menjadi andalan mereka.

Namun, Chelsea tidak tinggal diam. Pada menit menjelang turun minum, The Blues membalas lewat situasi serupa. David Raya melakukan penyelamatan refleks dari sundulan Jorrel Hato. Tapi dari corner berikutnya, bola mengenai Piero Hincapie dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor 1-1 pun tercipta, membuat publik Stadion Emirates terdiam.

Babak Kedua dengan Tensi Tinggi

Babak kedua berjalan dengan tensi yang lebih panas. Chelsea tampil lebih agresif. Enzo Fernandez memaksa Raya bekerja keras dengan sepakan rendahnya, sementara Joao Pedro juga mengancam lewat sundulan.

Arsenal merespons dengan skema yang rapi dan eksekusi yang presisi. Pada menit ke-66, sepak pojok Declan Rice mengarah ke jantung pertahanan Chelsea. Robert Sanchez tampak ragu mengambil keputusan, dan Jurrien Timber tanpa ampun menanduk bola masuk. Gol ini menjadi yang ke-16 bagi Arsenal dari situasi sepak pojok musim ini, menegaskan status mereka sebagai “raja corner”.

Chelsea Terus Berjuang Meski Bermain 10 Orang

Chelsea makin tertekan setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Meski bermain dengan 10 orang, The Blues tetap melawan. Alejandro Garnacho hampir mencuri momen, sebelum Liam Delap sempat membobol gawang—yang kemudian dianulir karena offside. Hingga peluit panjang berbunyi, Arsenal bertahan mati-matian.

Rekor Tak Terkalahkan Arsenal atas Chelsea

Kemenangan ini memperluas rekor tak terkalahkan Arsenal atas Chelsea di liga menjadi sembilan laga. Dengan sembilan pertandingan tersisa, Arsenal terus berupaya sekuat tenaga menghapus mimpi buruk tiga musim terakhir, yaitu selalu kalah dalam perburuan gelar juara dengan menduduki peringkat kedua.

Pertandingan ini menunjukkan ketangguhan Arsenal dalam menghadapi tekanan besar. Dengan performa yang konsisten, mereka semakin dekat dengan target gelar liga pertama sejak 2004.

Pos terkait