Artis Meisya Siregar Terjebak di Makkah Akibat Perang Irak vs Israel, Ini Langkah Pemerintah

071717600 1498983488 20170701 Ribuan Anak Masih Terjebak Di Mosul Afp 2 1
071717600 1498983488 20170701 Ribuan Anak Masih Terjebak Di Mosul Afp 2 1

Meisya Siregar dan Bebi Romeo Tertahan di Makkah Akibat Ketegangan Global

Meisya Siregar, seorang artis ternama Indonesia, bersama suaminya, Bebi Romeo, masih tertahan di kota Makkah, Arab Saudi, setelah menjalani ibadah umrah. Kondisi ini terjadi akibat ketegangan yang muncul antara Iran dan Amerika Serikat, yang memicu penutupan jalur penerbangan dan mengganggu rencana kepulangan para jemaah umrah.

Kondisi Terkini

Meisya dan Bebi Romeo mengungkapkan situasi mereka melalui unggahan di akun Instagramnya pada Senin (2/3/2026). Mereka menyampaikan kekhawatiran tentang pembatalan penerbangan dan penutupan ruang udara oleh Uni Emirat Arab (UEA).

“Trus, nasib kita gimana ini pesawat di cancel ga bisa pulang ??? Airspace UEA closed untuk waktu yg ga pasti,” tulis Meisya dalam unggahannya.

Ia juga menyampaikan permintaan doa dari teman-temannya, berharap agar Allah memberikan qadar yang baik bagi para jamaah yang tidak bisa pulang. Meisya dan Bebi termasuk salah satu dari 58.000 jemaah umrah asal Indonesia yang masih ada di Arab Saudi setelah perang meletus sejak Sabtu (28/2/2026).

Upaya Pemerintah

Jubir Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan PPU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah) dan otoritas penerbangan untuk menemukan solusi agar jemaah dapat pulang.

“Kita akan lakukan koordinasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan,” ujar Ichsan.

Pihaknya juga mempertimbangkan berbagai opsi seperti pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan, atau alternatif lainnya. Selain itu, pihak Kemenhaj juga terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi untuk memastikan akomodasi yang layak jika jemaah harus tinggal lebih lama.

Tim Pengawasan

Untuk memantau kondisi jemaah, pihak Kemenhaj telah membentuk tiga tim yang berada di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji di Jeddah. Tim-tim tersebut bertugas untuk berkoordinasi dan memantau jamaah yang berada di tanah suci.

“Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana,” ungkap Ichsan.

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik.

Profil Meisya Siregar

Meisya Najelina Siregar lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 13 April 1979. Ia adalah putri bungsu dari empat bersaudara pasangan Masitah Lubis dan Emir Syawal Siregar. Karier Meisya dimulai dari ajang modeling, di mana ia meraih gelar “Juara Berbakat” dari majalah Aneka Yess! pada 1992 dan Juara III GADIS Sampul pada 1993.

Selain prestasi di modeling, Meisya pernah dinobatkan sebagai Putri Cilik Matahari, Mojang Alit Parahyangan, Juara 1 Model Tira, dan pemenang Tiara Sunsilk 1997. Ia juga tampil sebagai model dalam video klip dan kampanye iklan merek seperti Biore, Fuji Image Plaza, Simas Mobil, dan biskuit Danone.

Debut akting Meisya dimulai dengan sinetron Aladin ketika ia masih duduk di bangku SMA. Sejak itu, ia telah membintangi berbagai sinetron dan film layar lebar, seperti Coboy Junior The Movie (2013), Pizza Man (2015), Asal Kau Bahagia (2018), Tembang Lingsir (2018), 172 Days (2023), dan Azzamine (2024).

Meisya Siregar menikah sebanyak dua kali. Di penghujung tahun 2001, ia menikah dengan Rudy Gusnadi, namun pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada tahun 2003. Pada Desember 2004, Meisya menikahi mantan kekasihnya, Bebi Romeo, dan mereka dikaruniai tiga anak.

Perjalanan Hijrah dan Berjilbab

Meisya Siregar memutuskan untuk berhijab pada tahun 2019 dan menjalani proses hijrah. Selama masa ini, ia mulai menekuni kegiatan keagamaan, seperti mengikuti kajian-kajian untuk mendengar syiar dari para pemuka agama.

“Kalau ikut kajian sih dari setelah covid ya tahun 2021. Waktu itu ikut dalam majelis ta’lim dalam lingkup kecil, disitu mulai lah mendalami betul ilmu agama,” kata Meisya Siregar.

Ia sering menangis saat mendengar tausiyah dari beberapa ustaz dan ustazah, karena materi yang dibahas sangat dekat dengan dirinya. Meisya juga merasa banyak dosa dan kurangnya kesempurnaan dalam hidupnya.




Pos terkait