AS-Israel Serang Iran, MUI Minta Indonesia Mundur dari BOP

Aa1xiog8
Aa1xiog8

MUI Mengutuk Serangan AS dan Israel terhadap Iran

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pernyataan tegas terkait serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran. Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip UUD 1945.

“Kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat dari serangan Israel-Amerika,” ujar Anwar Iskandar dalam pernyataannya, Minggu (1/3/2026).

Upaya Memperlemah Iran dalam Mendukung Palestina

MUI menganggap serangan AS dan Israel sebagai upaya untuk melemahkan posisi Iran di kawasan. Selain itu, MUI juga menduga bahwa tujuan utamanya adalah agar kekuatan Iran berkurang dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina,” kata dia.

MUI Desak RI Keluar dari BoP

Dalam kesempatan tersebut, MUI juga meminta pemerintah Indonesia untuk segera mencabut keanggotaannya dari Board of Peace (BoP), sebuah organisasi yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat.

“Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina? Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina,” ucap dia.

MUI Dorong PBB dan OKI untuk Merespons Pelanggaran Hukum Internasional oleh AS-Israel

Selain itu, MUI juga mendorong Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk melakukan langkah maksimal dalam menghentikan perang. Menurut MUI, hukum internasional telah dilanggar oleh Amerika Serikat dan Israel.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran terjadi pada hari Sabtu. Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai operasi tempur besar-besaran. Pemimpin tertinggi Iran dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan teluk, termasuk sejumlah kota di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Beberapa pihak seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang bergabung dengan BoP tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan DPR. YLBHI menyatakan bahwa Indonesia sudah bukan lagi negara non-blok. Imbas dari BoP dan ART juga membuat Dino Patti Djalal merasa heran dengan rencana Prabowo yang ingin menjadi mediator dalam konflik Iran-AS.

Pos terkait