
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa pasukan AS tidak sengaja menargetkan sekolah dalam serangan yang terjadi. Pernyataan ini disampaikan setelah media pemerintah Iran melaporkan serangan ke sebuah sekolah khusus perempuan di Minab yang menewaskan lebih dari 160 orang pada hari Sabtu (28/2). Kejadian tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk badan kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO, hingga aktivis pendidikan peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai.
Menurut hukum internasional, menyerang institusi pendidikan, rumah sakit, atau struktur sipil lainnya secara sengaja dianggap sebagai kejahatan perang. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Rubio mengatakan:
“Amerika Serikat tidak akan dengan sengaja menargetkan sebuah sekolah,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/3).
Ia menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan akan melakukan penyelidikan jika serangan tersebut memang berasal dari operasi militer AS. Ia juga merujuk pertanyaan ini kepada pihak yang lebih ahli dalam hal tersebut.

Sementara itu, Pentagon dan Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan respons resmi terkait insiden ini. Namun, akhir pekan lalu, CENTCOM mengungkapkan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan mengenai dampak terhadap warga sipil akibat operasi militer.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo, juga menyatakan bahwa ia telah mengetahui kejadian tersebut. Menurutnya, AS sedang melakukan penyelidikan terkait serangan tersebut.
“Ini akan sangat tragis, tetapi saya tidak bisa berbicara mengenai rinciannya karena saya tidak memiliki informasi lengkap. Akan menjadi hasil yang tragis jika memang itu terjadi. Saya tidak mengetahui detail yang menyebabkannya, tetapi yang jelas AS tidak akan dengan sengaja menargetkan sebuah sekolah,” katanya.
Selain itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga diminta memberikan respons mengenai serangan tersebut. Danon menyebut bahwa ia melihat laporan yang berbeda, termasuk ada laporan yang mengatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) adalah pihak yang menargetkan sekolah tersebut.





