AS menyangkal kapal USS Abraham Lincoln jadi sasaran rudal Iran

Aa1xll7n 1
Aa1xll7n 1



JAKARTA – Sebuah pernyataan mengklaim bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi korban serangan rudal balistik yang ditembakkan oleh Iran pada hari Minggu (1/3/2026). Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa mereka menyerang kapal induk tersebut di Teluk sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” demikian pernyataan dari Garda Revolusi yang dilaporkan oleh media lokal. Mereka juga memperingatkan bahwa “daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”

Namun, pihak Amerika Serikat menyangkal klaim tersebut dengan menyatakan bahwa USS Abraham Lincoln tidak terkena serangan rudal balistik Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pernyataan tersebut sebagai “kebohongan”. Mereka secara tegas menegaskan bahwa rudal-rudal itu bahkan tidak mendekati kapal induk tersebut, yang tetap meluncurkan pesawat untuk mendukung serangan terhadap Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat pernyataan bahwa operasi militer yang berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026) telah menghancurkan 9 kapal milik Iran. Operasi militer bernama Epic Fury ini disebut menargetkan fasilitas penjaga revolusi dan sistem pertahanan Iran.

Trump mengklaim bahwa penenggelaman kapal tersebut berlangsung dalam beberapa menit. Ia menyampaikan kematian Ayatollah Ali Khamenei sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kematian ratusan bahkan ribuan warga Amerika Serikat yang tak bersalah.

Ia juga menyoroti reaksi warga Iran yang bersorak dan merayakan kematian pemimpin negara itu. Menurutnya, banyak warga Iran ingin menyerah untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri.

Di samping itu, Trump mengumumkan bahwa operasi militer yang berlangsung selama sekitar 36 jam mengakibatkan kematian 3 pasukan militer AS. Ia menyebut kematian tiga prajurit sebagai bentuk pengorbanan yang bermanfaat bagi negara Paman Sam. Baginya, rezim Iran memiliki ancaman serius bagi kedaulatan negara karena memiliki senjata nuklir.

“Kami ingin memiliki militer itu untuk tujuan yang baik. Kami melakukan operasi besar ini bukan hanya untuk memastikan keamanan untuk waktu dan tempat tertentu, tetapi juga bagi anak-anak kami dan anak-anak mereka seperti yang telah orang tua kami lakukan bertahun-tahun yang lalu. Ini adalah tugas dan tanggung jawab orang-orang bebas,” ucapnya.

Perkembangan Terkini

Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang situasi saat ini:

  • Konfirmasi dari Pihak AS:

    Pihak AS menegaskan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln tidak terkena serangan rudal balistik Iran. Mereka menilai pernyataan dari Garda Revolusi sebagai informasi yang tidak akurat.

  • Operasi Militer Epic Fury:

    Trump menyatakan bahwa operasi militer Epic Fury berhasil menghancurkan 9 kapal Iran dalam waktu singkat. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai klaim tersebut.

  • Kematian Pemimpin Iran:

    Kematian Ayatollah Ali Khamenei menjadi titik kritis dalam konflik ini. Trump menyatakan bahwa kematian tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kematian warga AS yang tidak bersalah.

  • Reaksi Warga Iran:

    Beberapa warga Iran dikabarkan bersorak dan merayakan kematian pemimpin mereka. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap pemerintahan Iran.

  • Pengorbanan Militer AS:

    Trump menyebut kematian tiga anggota militer AS sebagai pengorbanan yang berharga. Ia menekankan bahwa operasi ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Pos terkait