Asing Catat Net Buy Saat IHSG Turun, Pantau Saham yang Dibeli, Kamis (19/2)

Aa1w2rgf 3
Aa1w2rgf 3

IHSG Melemah di Akhir Pekan, Investor Asing Tetap Aktif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan hari Kamis (19/2/2026). Hal ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks mencatat penguatan yang signifikan. Menurut data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun sebesar 0,43% atau 36,14 poin, berada di level 8.274,08.

Selama sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran antara 8.251 hingga 8.376. Tingkat aktivitas pasar terlihat cukup tinggi dengan total volume saham mencapai 53,30 miliar lembar dan nilai transaksi mencapai Rp 26,23 triliun.

Dari pergerakan saham-saham di pasar, sebanyak 366 saham mengalami penurunan dan menjadi pemberat bagi indeks. Sementara itu, 326 saham berhasil menguat dan 127 saham lainnya berada dalam kondisi stagnan.

Meskipun indeks mengalami pelemahan, investor asing tetap menunjukkan aktivitas yang kuat dalam melakukan pembelian. Catatan net buy mencapai Rp 387,80 miliar di seluruh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap saham-saham Indonesia masih tinggi.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan catatan net buy terbesar oleh investor asing pada hari Kamis:

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Rp 249,95 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp 172,96 miliar
  • PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) – Rp 121,79 miliar
  • PT United Tractors Tbk (UNTR) – Rp 113,02 miliar
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp 103,59 miliar
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp 83,1 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp 76,86 miliar
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp 43,08 miliar
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) – Rp 41,23 miliar
  • PT Harum Energy Tbk – Rp 40,01 miliar

Analisis Pergerakan Saham

Saham MBMA menjadi yang teratas dalam daftar net buy terbesar. Penurunan harga saham MBMA tidak menghalangi minat investor asing untuk membeli saham tersebut. Dengan adanya peningkatan permintaan, harga saham MBMA tampak stabil meskipun ada tekanan dari IHSG secara keseluruhan.

Selain MBMA, saham-saham seperti ANTM, SUPA, dan UNTR juga mendapatkan perhatian besar dari investor asing. Hal ini menunjukkan bahwa sektor tambang dan perbankan masih menjadi prioritas bagi para pemain asing di pasar modal Indonesia.

Perlu dicatat bahwa meski IHSG melemah, kepercayaan investor terhadap sektor-sektor tertentu tetap terjaga. Hal ini dapat menjadi indikasi bahwa prospek jangka panjang pasar saham Indonesia masih positif, meskipun ada fluktuasi harian.

Prediksi dan Tantangan

Pasar saham Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk volatilitas global dan ketidakpastian ekonomi makro. Namun, dengan adanya minat investor asing yang kuat, peluang untuk pulih kembali tetap terbuka.

Investor domestik juga mulai menunjukkan tanda-tanda optimisme, terutama jika ada pengumuman kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, IHSG memiliki potensi untuk kembali naik dalam waktu dekat, terlepas dari tekanan jangka pendek.

Kesimpulan

Meski IHSG mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis, investor asing tetap aktif dalam membeli saham-saham unggulan. Ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menarik bagi para pemain asing, meskipun ada tekanan dari situasi eksternal. Dengan konsistensi dalam aktivitas investasi, prospek pasar saham Indonesia tetap menjanjikan.



MBMA Chart

by TradingView

Pos terkait