.CO.ID – JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan awal pekan ini. Kondisi ini terjadi akibat adanya tekanan jual yang berasal dari sentimen global yang semakin memburuk, terutama karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun sebesar 2,66% atau 218 poin, berada di level 8.016,83 setelah penutupan perdagangan Senin (2/3/2025).
Pelemahan IHSG dipicu oleh penurunan mayoritas indeks sektoral. Sektor barang konsumen non primer mencatat penurunan terdalam dengan koreksi sebesar 7,60%, disusul oleh sektor perindustrian yang turun 5,95%.
Selain itu, sektor properti dan real estate juga mengalami pelemahan sebesar 4,14%, sementara sektor infrastruktur turun 4,13%. Sementara itu, sektor teknologi dan barang konsumen primer masing-masing melemah 3,77% dan 3,58%.
Dari segi aktivitas perdagangan, total volume transaksi saham mencapai 56,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,56 triliun. Pergerakan pasar lebih didominasi oleh aksi jual, terlihat dari jumlah saham yang melemah sebanyak 671 saham, sementara hanya 108 saham yang menguat dan 41 saham stagnan.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp631,02 miliar di seluruh pasar. Berikut adalah daftar 10 saham dengan aksi jual terbesar oleh investor asing pada Senin:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan nilai Rp700,6 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp199,62 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan nilai Rp119,56 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai Rp118,51 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai Rp74,85 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan nilai Rp59,98 miliar
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan nilai Rp57,98 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan nilai Rp43,69 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dengan nilai Rp33,47 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan nilai Rp30,74 miliar
MEDC Chart
by TradingView





