Asosiasi Industri Komponen Dalam Negeri Kecewa dengan Impor Kendaraan Niaga

Aa1wtoq5
Aa1wtoq5

Perkumpulan Industri Komponen Dalam Negeri Mengeluhkan Impor Kendaraan Niaga

Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) menyatakan kekecewaannya terhadap rencana impor 105 kendaraan niaga. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran terhadap industri komponen otomotif dalam negeri yang telah berupaya memenuhi kebutuhan pasar.

Kendaraan-kendaraan tersebut akan diimpor untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini, PIKKO memiliki 110 anggota yang terdiri dari industri kecil dan menengah (IKM) yang memproduksi komponen otomotif dengan bahan dasar logam, plastik, karet, serta bahan nonwoven insulation, karpet, dan cetakan.

“Kami adalah bagian dari ekosistem OEM dan tier 1 untuk kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih,” jelas Rosalina Faried, Ketua PIKKO.

Menurut Rosalina, utilisasi produksi saat ini hanya mencapai 60-70%. Dengan adanya impor kendaraan utuh, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pabrikan, tetapi juga pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif.

“Langkah impor ini akan menimbulkan disrupsi pada keberlangsungan ekosistem industri otomotif nasional,” tegas Rosalina.

Ia menilai bahwa rencana impor kendaraan operasional seharusnya menjadi peluang bisnis bagi industri komponen otomotif lokal. “Anggota PIKKO mampu membuat kendaraan operasional tersebut,” ujarnya.

Pihaknya memahami kebutuhan alat angkut berupa kendaraan pick-up yang sangat mendesak. Namun, pengadaannya harus tetap mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

“Mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Rosalina menyampaikan kekhawatirannya bahwa hal tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang tidak baik terhadap keberlangsungan ekosistem industri otomotif.

Saat ini, di tengah situasi industri otomotif nasional yang masih lesu, PIKKO berharap adanya perhatian dari Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian untuk melakukan pembatasan jumlah kendaraan yang diimpor dari India.

“Serta memberikan kesempatan kepada produsen lokal kendaraan bermotor menjadi pemasok kebutuhan kendaraan operasional KDKMP,” tambahnya.

Dampak Impor Terhadap Industri Lokal

Impor kendaraan niaga ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap industri komponen otomotif dalam negeri. Sebagai bagian dari rantai pasok, PIKKO khawatir kebijakan impor ini akan mengurangi permintaan komponen yang selama ini diproduksi oleh IKM.

Dampaknya bisa terasa pada penurunan produksi dan pengurangan tenaga kerja. Selain itu, pengusaha lokal yang telah berinvestasi dalam produksi komponen otomotif akan merasa tidak adil jika kendaraan utuh diimpor tanpa mempertimbangkan kapasitas industri dalam negeri.

Tantangan dan Harapan

PIKKO menilai bahwa industri komponen otomotif dalam negeri sudah siap memenuhi kebutuhan pasar, termasuk untuk kendaraan operasional. Namun, kebijakan impor yang tidak seimbang dapat menghambat pertumbuhan industri tersebut.

Harapan PIKKO adalah adanya regulasi yang dapat melindungi industri dalam negeri dan memberikan ruang bagi produsen lokal untuk berkembang. Dengan demikian, ekosistem industri otomotif nasional dapat tetap bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Pos terkait