Jenis-Jenis Asuransi Perjalanan
Asuransi perjalanan adalah salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan oleh seseorang yang hobi melakukan perjalanan. Asuransi ini bertujuan untuk melindungi kamu dari berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan maupun di tempat tujuan. Beberapa risiko yang umumnya ditanggung oleh asuransi perjalanan antara lain kecelakaan, ketinggalan pesawat, kehilangan atau kerusakan bagasi, kehilangan dokumen, sakit, dan bahkan meninggal dunia selama perjalanan.
Namun, ada juga beberapa kondisi yang tidak ditanggung oleh asuransi perjalanan. Misalnya, cedera akibat serangan terorisme, penyakit yang disebabkan oleh konsumsi alkohol atau narkotika, cedera atau kematian akibat bencana alam, kecelakaan yang direncanakan, serta cedera yang terjadi saat mengikuti turnamen tertentu.
Untuk memahami lebih dalam tentang asuransi perjalanan, berikut adalah beberapa jenis asuransi yang tersedia:
Asuransi Perjalanan Tahunan
Sistem asuransi perjalanan tahunan dapat diibaratkan seperti berlangganan layanan musik selama setahun. Jika kamu sering bepergian ke luar kota atau luar negeri dalam setahun, asuransi perjalanan tahunan bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan asuransi ini, kamu tidak perlu bolak-balik memperpanjang layanan karena cukup membayar sekali, maka manfaat perlindungan akan diberikan sesuai dengan masa berlaku asuransi tersebut.

Asuransi Perjalanan Harian
Asuransi perjalanan harian, seperti namanya, hanya berlaku untuk satu kali perjalanan saja. Contohnya, jika kamu melakukan perjalanan selama seminggu, maka masa berlaku asuransi hanya selama seminggu tersebut. Jika kamu ingin bepergian lagi di tahun yang sama, kamu perlu mengajukan asuransi perjalanan kembali.
Premi asuransi perjalanan harian jauh lebih murah dibanding asuransi tahunan karena hanya berlaku untuk satu kali perjalanan. Asuransi ini cocok bagi kamu yang jarang melakukan perjalanan atau hanya berencana bepergian sekali dalam setahun.

Mana yang Lebih Menguntungkan?
Jawaban dari pertanyaan ini sangat bergantung pada kebutuhan dan frekuensi perjalanan kamu. Jika kamu berencana melakukan perjalanan dua atau tiga kali dalam setahun, asuransi perjalanan tahunan lebih praktis, efektif, dan efisien karena bisa digunakan berulang kali selama masa berlaku asuransi.
Dari segi biaya, asuransi perjalanan harian lebih murah karena hanya berlaku untuk satu kali perjalanan. Namun, jika kamu sering melakukan perjalanan, asuransi perjalanan tahunan justru bisa lebih hemat. Misalnya, jika premi asuransi perjalanan harian sebesar Rp 30 ribu untuk satu hari, maka premi asuransi perjalanan tahunan hanya Rp 1 jutaan. Jika dihitung-hitung, Rp 1 juta dibagi 365 hari = sekitar Rp 2.739 per hari. Jadi, lebih murah bukan?
Pertimbangan Sebelum Membeli Asuransi Perjalanan
Sebelum membeli asuransi perjalanan, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan:
Negara yang Dituju
Asuransi perjalanan dapat melindungi kamu dari berbagai risiko baik di dalam maupun luar negeri. Tergantung jenis asuransi yang kamu pilih, kamu bisa menentukan destinasi perjalanan. Untuk asuransi perjalanan domestik, kamu bisa menggunakan asuransi ini untuk beberapa destinasi sekaligus. Sementara itu, asuransi perjalanan internasional biasanya memerlukan pemilihan negara tujuan, seperti wilayah ASEAN, Asia, Jepang, Amerika Serikat, Schengen, atau negara lain.
Meskipun begitu, perusahaan asuransi biasanya telah menetapkan negara atau wilayah mana saja yang tidak dilindungi oleh asuransi perjalanan. Oleh karena itu, pastikan kamu memahami batasan tersebut agar tidak salah dalam membeli dan melakukan perjalanan nanti.

Kegiatan di Tempat Tujuan
Baik asuransi perjalanan tahunan maupun harian, perusahaan asuransi biasanya menetapkan batasan kegiatan yang bisa kamu lakukan di negara tujuan. Aktivitas berbahaya seperti scuba diving, paralayang, mendaki gunung, atau memanjat tebing biasanya tidak di-cover oleh asuransi perjalanan. Jika terjadi kecelakaan akibat aktivitas tersebut, biaya perawatan akan ditanggung sendiri.
Apakah kamu bisa memperluas pertanggungan untuk kegiatan berbahaya? Tentu bisa, tetapi kamu harus membayar premi tambahan.
Masa Berlaku Asuransi
Meskipun dinamakan asuransi perjalanan tahunan, masa berlaku asuransi tidak berarti satu tahun di destinasi atau tempat tujuan. Masa berlaku asuransi perjalanan maksimal 9 hari di satu destinasi. Aturan ini bisa berbeda-beda di setiap perusahaan asuransi. Oleh karena itu, pastikan kamu mengecek kembali ketentuan polis sebelum membeli produknya.
Beli Asuransi Perjalanan di Waktu yang Tepat
Melengkapi perjalanan dengan asuransi perjalanan sangat disarankan untuk menciptakan rasa aman. Belilah asuransi perjalanan di waktu yang tepat, yaitu sebelum kamu melakukan perjalanan. Kamu dapat membeli asuransi perjalanan secara offline maupun online, seperti melalui marketplace produk keuangan. Pilihlah produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu, namun tetap memberikan perlindungan maksimal agar tidak membebani keuanganmu.





