Pengalaman Atalia Praratya Menjalani Ramadan Tanpa Ridwan Kamil
Atalia Praratya, mantan istri dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan pengalamannya menjalani bulan Ramadhan pertamanya tanpa pasangannya setelah resmi bercerai. Meski suasana berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, ia tetap menjalani ibadah puasa dengan penuh ketenangan dan kesadaran.
Ditemui di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Atalia menyatakan bahwa meskipun ada perubahan dalam suasana, ia memilih untuk menerima semuanya dengan ikhlas. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah niat untuk memperbaiki diri selama bulan suci ini.
“Ada yang beda (Ramadhan tahun ini), tetapi ya kita hadapi saja semuanya. Yang paling penting adalah niatnya untuk selalu memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa Ramadhan kali ini terasa lebih berat. Menurutnya, kehadiran sang ibu di rumah membuat suasana tetap hangat dan tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
“Enggak sih, biasa aja. Karena saya juga ada Mama di rumah, jadi biasa,” katanya.
Atalia melihat Ramadhan sebagai momentum untuk refleksi diri dan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia menyadari bahwa selama ini banyak waktu tersita oleh kesibukan urusan duniawi, sehingga bulan suci menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan introspeksi.
“Tapi yang paling penting adalah kita niatkan di bulan Ramadhan ini semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Selama ini kita sering disibukkan urusan duniawi, sekarang saatnya lebih fokus pada kegiatan ibadah,” tambahnya.
Sebagai informasi, Atalia dan Ridwan Kamil resmi bercerai berdasarkan putusan Pengadilan Agama Bandung pada 7 Januari 2026. Putusan tersebut dibacakan secara elektronik melalui sistem e-court. Humas Pengadilan Agama Kota Bandung, Ikhwan Sopyan, menyampaikan bahwa gugatan cerai yang diajukan Atalia pada Desember 2025 pada pokoknya dikabulkan, meski detail amar putusan tidak dipublikasikan secara umum.
Pasangan yang telah membina rumah tangga selama 29 tahun itu dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Kini, Atalia memilih menjalani fase baru kehidupannya dengan keteguhan hati, menjadikan Ramadhan sebagai titik awal untuk memperkuat spiritualitas dan melangkah ke depan dengan lebih tenang.
Tantangan dan Harapan di Momen Ramadhan
Ramadhan bagi Atalia bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga menjadi masa untuk merefleksikan kehidupan yang telah dilewati. Ia menyadari bahwa pernikahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun memiliki tantangan dan kebahagiaan yang tak bisa diukur dengan ukuran biasa. Kini, ia menghadapi masa baru dengan harapan dapat lebih fokus pada diri sendiri dan keluarga.
Beberapa hal yang menjadi prioritas Atalia selama Ramadhan antara lain:
- Memperdalam hubungan dengan Tuhan melalui doa dan ibadah
- Menjaga keharmonisan hubungan dengan anak-anak
- Membangun kembali kepercayaan diri dan kestabilan emosional
Selain itu, ia juga berkomitmen untuk menjalani kehidupan dengan lebih sederhana dan penuh makna. Dengan begitu, ia percaya bahwa Ramadhan akan menjadi awal dari perubahan positif dalam hidupnya.





