Penanganan Lubang Raksasa di Kampung Pondok Balik
Pemerintah Pusat dan Pemkab Aceh Tengah sedang menyiapkan solusi teknis untuk mengatasi lubang raksasa yang terjadi di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol. Solusi ini mencakup pembangunan sumur bor dalam, pengendalian aliran air bawah tanah, serta penyediaan jalur alternatif sementara.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pembangunan tiga sumur bor dalam. Tujuannya adalah untuk menyedot aliran air dari kawasan terdampak. Saat ini, pengeboran sudah mencapai kedalaman 12 meter dengan target hingga 70 meter. Dengan adanya sumur bor ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko longsoran akibat aliran air bawah tanah yang cepat dan mengikis struktur tanah.
“Langkah pertama, kita akan alihkan aliran air dengan aman. Mudah-mudahan para petani yang butuh air tidak dikorbankan, itu yang kita lakukan,” ujar Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Satgas Percepatan Penanganan Dampak Bencana wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Air yang disedot dari sumur bor tersebut akan digunakan untuk sistem irigasi sprinkler dan irigasi tetes. Hal ini bertujuan untuk membuat penggunaan air lebih hemat dan mendukung keberlanjutan pertanian dan perkebunan masyarakat. “Caranya bagaimana kita akan mencegah, di situ kan sudah ada pembuatan sumur bor dalam, nanti ada tiga. Jadi aliran dari sungai akan diarahkan, kalau hujan turun semuanya akan kita hisap dan airnya akan digunakan buat irigasi sprinkler ataupun tetes, jadi sedikit merubah cara bertani masyarakat,” tambahnya.
Irigasi tetes dinilai lebih efisien karena air dialirkan langsung ke akar tanaman. Dengan demikian, penggunaan air menjadi lebih optimal dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. “Jadi ekonomi masyarakat juga Insya Allah akan tumbuh. Dapat digunakan untuk pertanian dan perkebunan masyarakat,” lanjutnya.
Selain penanganan teknis di lokasi, akses jalan sementara (detour) juga disiapkan oleh tim bidang marga dengan jalur alternatif sepanjang kurang lebih empat kilometer. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi.
Pembangunan jembatan permanen akan dipertimbangkan setelah kondisi tanah dinyatakan stabil dan aman. Hal ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi lubang raksasa.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan pada Senin (2/3/2026), hadir Bupati dan wakil Bupati Aceh Tengah, jajaran kepala SKPK, camat Ketol, serta para reje kampung setempat. Mereka menyaksikan langsung proses penanganan yang sedang berlangsung dan memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan program ini.
Langkah-Langkah Penanganan Lubang Raksasa
- Pembangunan tiga sumur bor dalam untuk menyedot aliran air bawah tanah.
- Pengendalian aliran air dengan membangun jalur alternatif sementara.
- Penggunaan air yang disedot untuk sistem irigasi sprinkler dan tetes.
- Penyediaan akses jalan sementara untuk menjaga keselamatan dan kelancaran transportasi.
- Pemantauan kondisi tanah untuk mempertimbangkan pembangunan jembatan permanen.





