
Setelah gagal tampil maksimal di babak kualifikasi figure skating pada Kamis (19/2), Amber Glenn, atlet asal Amerika Serikat membicarakan sesuatu yang jarang disentuh di panggung olahraga sebesar Olimpiade Musim Dingin, yaitu menstruasi. Dalam konferensi pers, ia mengungkap bahwa dirinya sedang mengalami menstruasi saat bertanding. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat tekanan kompetisi terasa lebih berat, baik secara fisik maupun emosional, terutama karena ia harus mengenakan kostum ketat dan tampil di hadapan jutaan penonton.
“Aku sedang menstruasi saat ini, dan itu memang terasa sangat berat, terutama ketika harus mengenakan kostum figure skating dan tampil di hadapan dunia. Itu tidak mudah, dan hal seperti ini jarang dibicarakan,” ujarnya. Pernyataan itu langsung memicu perhatian. Di tengah standar profesionalisme yang tinggi, atlet perempuan kerap dituntut tampil prima tanpa banyak ruang membicarakan realitas biologis yang mereka alami.
Perubahan Hormon Menstruasi Memengaruhi Performa

Dalam olahraga seperti figure skating, presisi menjadi penentu. Lompatan dan putaran harus dilakukan dengan keseimbangan dan fokus penuh. Amber mengakui ia mengalami sedikit masalah keseimbangan yang membuatnya goyah dan gagal mengeksekusi lompatan kunci. Secara umum, perubahan hormon saat menstruasi dapat memengaruhi energi, konsentrasi, hingga stabilitas emosi. Dampaknya tentu berbeda pada setiap individu, tetapi dalam kompetisi seketat Olimpiade, perbedaan kecil bisa berdampak besar pada hasil akhir.
Namun yang paling ia sesalkan bukanlah kehilangan medali. Amber mengatakan ia merasa melewatkan kebahagiaan yang biasanya ia rasakan saat berada di atas es, momen ketika ia bisa sepenuhnya menikmati penampilannya.
Membuka Diskusi Soal Stigma Menstruasi di Dunia Olahraga

Keterbukaan Amber menjadi langkah kecil yang berarti dalam menantang stigma menstruasi di dunia olahraga. Topik ini sering dianggap terlalu personal untuk dibicarakan secara publik, padahal banyak atlet perempuan mengalaminya saat bertanding. Dengan berbicara jujur, Amber mengingatkan bahwa atlet perempuan bukanlah mesin performa yang terlepas dari ritme tubuhnya sendiri. Ada aspek biologis yang nyata dan perlu dipahami, bukan disembunyikan.
Meski sempat gagal di awal, Amber tetap menutup Olimpiade Musim Dingin 2026 di posisi kelima secara keseluruhan dengan total skor 214,91.
Tantangan yang Dihadapi Atlet Perempuan di Olahraga Profesional
Atlet perempuan sering kali menghadapi tantangan unik yang tidak dialami oleh rekan laki-lakinya. Salah satunya adalah isu tentang menstruasi, yang sering kali dianggap sebagai hal yang tidak pantas dibahas di lingkungan profesional. Namun, dengan adanya keterbukaan seperti yang dilakukan Amber, semakin banyak suara yang mulai berani menyuarakan realitas yang selama ini diabaikan.
- Banyak atlet perempuan mengalami pengaruh dari siklus menstruasi mereka, termasuk rasa sakit, kelelahan, atau perubahan suasana hati.
- Dalam olahraga intensif seperti figure skating, kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan atlet untuk berlatih dan tampil secara optimal.
- Meskipun demikian, tidak semua atlet merasa nyaman untuk berbicara tentang hal ini, karena takut dianggap lemah atau tidak profesional.
Peran Media dalam Mendorong Kesadaran
Media memiliki peran penting dalam membantu mendorong kesadaran akan isu-isu seperti ini. Dengan memberikan ruang bagi atlet untuk berbicara jujur tentang pengalaman mereka, media bisa membantu mengubah pandangan masyarakat terhadap isu menstruasi di dunia olahraga.
- Penyiaran berita yang lebih inklusif bisa membantu mengurangi stigma yang selama ini melingkungi atlet perempuan.
- Dengan memberikan wawancara atau liputan yang mendalam, media bisa menjadi jembatan antara atlet dan publik.
- Ini juga bisa memicu diskusi yang lebih luas tentang kesehatan dan kenyamanan atlet di berbagai cabang olahraga.
Langkah Awal Menuju Perubahan
Amber Glenn tidak hanya menjadi atlet yang berhasil tampil di Olimpiade, tetapi juga menjadi sosok yang berani membuka topik yang selama ini dihindari. Dengan berbicara jujur tentang pengalamannya, ia memberikan contoh bahwa kejujuran bisa menjadi kekuatan.
- Ia menunjukkan bahwa atlet perempuan memiliki hak untuk menjelaskan kondisi mereka tanpa takut dihakimi.
- Keterbukaan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet lain untuk bersuara.
- Dengan begitu, semakin banyak suara yang bisa menciptakan perubahan dalam cara kita memandang olahraga dan kesehatan perempuan.
Kesimpulan
Olimpiade tidak hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang bagaimana atlet bisa menunjukkan sisi manusiawi mereka. Amber Glenn telah menunjukkan bahwa bahkan di tengah tekanan kompetisi, kejujuran dan keterbukaan bisa menjadi bentuk kekuatan. Dengan berbicara tentang menstruasi, ia membuka jalan bagi diskusi yang lebih luas tentang kesehatan, kenyamanan, dan hak atlet perempuan di dunia olahraga.





