Harga Cabai Rawit di Pasar Bersehati Manado Naik
Harga cabai rawit atau yang dikenal dengan sebutan rica di Pasar Bersehati, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami kenaikan. Pada Minggu (1/3/2026), harga rica tercatat mencapai Rp50.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Hal ini disampaikan oleh Aisyah, salah satu pedagang di pasar tersebut.
Rica atau cabai rawit merupakan bahan penting dalam masakan sehari-hari masyarakat Manado, yang dikenal dengan hidangan pedas dan kaya rasa. Di Pasar Bersehati, harga komoditas ini terus mengalami fluktuasi akibat beberapa faktor, termasuk pasokan dan kondisi cuaca musim hujan.
Pasar Bersehati terletak di Jalan Nusantara, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Lokasinya berjarak sekitar 750 meter dari Tugu Zero Point Manado atau dapat ditempuh sekitar 4 menit berkendara, tergantung kondisi lalu lintas. Secara umum, harga bahan pangan di pasar ini masih terpantau fluktuatif pada awal Maret 2026.
Berikut daftar harga bahan pangan di Pasar Bersehati hari ini:
-
Beras medium
SPHP (HET), Rp62.500 -
Beras premium
Bunaken: Rp16.000/kg
PL: Rp13.000/kg
Seran: Rp15.000/kg
Serayu: Rp15.000/kg
Superwin Kota: Rp16.000/kg
Pandan Wangi: Rp16.500/kg
Temo: Rp16.000/kg
Dua Merpati: Rp16.000/kg
Istana Pangan: Rp17.000/kg
Pulo: Rp20.000/kg
Sultan: Rp15.000/kg
Superwin: Rp15.000–Rp16.000/kg
Membramo: Rp15.000/kg -
Daging
Daging ayam ras: Rp41.000/kg
Daging sapi: Rp130.000/kg
Daging babi: Rp95.000/kg -
Bawang
Bawang merah: Rp46.000/kg
Bawang putih: Rp40.000/kg
Bawang bombay: Rp50.000/kg -
Cabai
Cabai merah keriting: Rp30.000/kg
Cabai rawit: Rp50.000/kg -
Minyak goreng
Curah: Rp19.000/kg
MinyaKita: Rp18.000/liter
Minyak Rizki: Rp18.000/liter -
Gula
Gula pasir: Rp19.000/kg
Gula aren kecil: Rp17.000/bungkus
Gula aren sedang: Rp22.000/bungkus
Gula aren kiloan: Rp30.000/kg -
Tepung terigu
Kencana Merah (curah): Rp9.000/kg
Kompas (kemasan): Rp12.000/kg
Gatot: Rp11.000/kg
Ship: Rp10.000/kg -
Tahu dan Tempe
Tempe: Rp7.000/buah
Tahu mentah kecil: Rp550/buah
Tahu mentah besar: Rp900/buah -
Pisang: Rp10.000–Rp15.000/sisir
-
Susu
Susu bubuk: Rp20.000–Rp35.000/dus
Susu kemasan Dancow: Rp4.000/bungkus
Susu kemasan Cap Enak: Rp1.500/bungkus -
Telur ayam ras: Rp35.000/kg
- Udang: Rp100.000/kg
- Ikan kembung: Rp35.000–Rp40.000/kg
- Mi instan: Rp3.000–Rp3.500/bungkus
- Jeruk nipis: Rp30.000/kg
- Jeruk ikan (lemon cui): Rp20.000/kg
- Tomat: Rp5.000–Rp6.000/kg
- Jahe: Rp40.000/kg
- Kunyit: Rp30.000/kg
- Kemiri: Rp50.000/kg
Harga-harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pasokan dan kondisi pasar.
Manfaat Cabai bagi Kesehatan
Cabai selama ini dikenal sebagai bumbu dapur yang memberikan sensasi pedas pada makanan. Namun di balik rasa membakar tersebut, cabai menyimpan berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan capsaicin, vitamin, dan antioksidan. Menurut informasi dari Ciputra Hospital dan ditinjau oleh dr. Sherly, cabai memiliki potensi meredakan nyeri hingga membantu mencegah penyakit kronis seperti kanker dan diabetes.
Namun, konsumsi cabai tidak disarankan bagi penderita gangguan lambung seperti GERD dan tukak lambung. Dalam satu sendok makan (15 gram) cabai merah segar, terkandung vitamin C, vitamin B6, vitamin A, kalium, tembaga, lutein, serta senyawa aktif seperti capsaicin, kapsantin, dan violaxanthin. Kandungan ini berperan penting dalam menunjang kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara wajar.
Sejumlah manfaat cabai yang telah diteliti antara lain membantu meredakan nyeri melalui kerja capsaicin pada reseptor saraf, meningkatkan metabolisme dan membantu penurunan berat badan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh berkat tingginya vitamin C. Selain itu, konsumsi cabai secara teratur dalam jumlah moderat juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung karena efek antiinflamasi dan peningkatan sirkulasi darah.
Cabai turut berpotensi menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan fungsi kognitif, serta membantu mengontrol kadar insulin sehingga menurunkan risiko diabetes tipe 2. Beberapa penelitian awal juga menunjukkan capsaicin berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker prostat dan payudara, meski studi lanjutan masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
Di sisi lain, konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping seperti diare, nyeri ulu hati, mual, dan muntah, terutama pada penderita sindrom iritasi usus besar atau refluks asam lambung. Karena itu, konsumsi cabai sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Apabila muncul gejala yang menetap setelah mengonsumsi cabai, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mendapatkan penanganan yang tepat.





