AXA Insurance ungkap tiga penyebab penurunan premi asuransi kendaraan

Aa1xkgcn 2
Aa1xkgcn 2



JAKARTA — PT AXA Insurance Indonesia menilai bahwa penurunan pendapatan premi industri di lini asuransi kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal yang terjadi di sektor ini.

Perlu diketahui, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor pada 2025 mengalami kontraksi sebesar 4,2% (year on year/YoY) menjadi Rp19,01 triliun.

Direktur AXA Insurance Indonesia Edwin Sugianto menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang memberikan tekanan terhadap perolehan premi industri di segmen kendaraan bermotor.

Pertama, perlambatan pertumbuhan penjualan kendaraan baru di pasar domestik berdampak langsung pada penurunan permintaan produk asuransi kendaraan.

Kedua, meningkatnya efisiensi penggunaan kendaraan seperti berkurangnya intensitas mobilitas masyarakat atau pergeseran ke moda transportasi alternatif juga turut memengaruhi tren permintaan asuransi.

Ketiga, perubahan perilaku konsumen, termasuk preferensi terhadap pengeluaran yang lebih selektif di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, menjadi faktor lain yang memengaruhi industri.

Edwin menambahkan bahwa ketiga faktor tersebut secara keseluruhan memengaruhi tren premi industri dan memberikan dampak serupa terhadap pasar asuransi kendaraan secara nasional.

Asuransi kendaraan bermotor, menurut Edwin, merupakan salah satu lini usaha penting dalam portofolio perusahaan. Lini ini disebut menunjukkan perkembangan yang stabil dan tetap berkontribusi positif terhadap bisnis AXA Insurance.

Oleh karena itu, untuk menjaga pertumbuhan di lini asuransi kendaraan bermotor, AXA Insurance fokus pada berbagai inisiatif strategis yang berorientasi pada kebutuhan nasabah serta perkembangan industri.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Memperkuat nilai tambah produk melalui perlindungan yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.
  • Meningkatkan akses digital, baik untuk proses pembelian maupun layanan klaim, sehingga memberikan pengalaman yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi nasabah.

Selanjutnya adalah memperluas kolaborasi dengan partner bisnis, seperti dealer, perusahaan pembiayaan, perusahaan jasa keuangan, dan ekosistem otomotif, guna memperluas jangkauan pasar serta memberikan solusi perlindungan yang terintegrasi.

Tidak sampai di situ, perusahaan juga meningkatkan edukasi risiko kepada nasabah, supaya masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan kendaraan di tengah kondisi lalu lintas dan lingkungan yang dinamis.

Melalui kombinasi inovasi produk, penguatan kanal distribusi, dan peningkatan kualitas layanan, perusahaan berupaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan pada lini asuransi kendaraan bermotor.

Lebih lanjut, Edwin memproyeksikan bahwa pada 2026 lini asuransi kendaraan bermotor akan tetap menjadi salah satu segmen penting di industri asuransi umum. Terlebih didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan pemulihan aktivitas ekonomi.

Dengan pendekatan yang menyatukan perlindungan, pencegahan risiko, serta peningkatan pengalaman nasabah, AXA Insurance meyakini bahwa lini asuransi kendaraan bermotor akan tetap memberikan kontribusi penting bagi kinerja bisnis sekaligus memberikan nilai lebih bagi masyarakat.

Pos terkait